Author Archives: cuaphelda

Unknown's avatar

About cuaphelda

Your online sister in growth and life's messy bits. Here to guide you—sometimes with a hug, sometimes with a reality check.

membandingkan progress_cuaphelda

Kalau Hidup Semua Orang Beda, Kenapa Kita Masih Membandingkan Progress?

Ada masa-masa di hidupku ketika melihat pencapaian orang lain terasa seperti tamparan yang diam-diam. Rasanya seperti aku ketinggalan di perlombaan yang bahkan aku sendiri gak sadar kapan dimulainya.

Hidupku terasa lambat, jalanku terasa berat, dan aku bertanya-tanya: apa yang salah dengan aku?

Ketika aku merasa “tertinggal”

Waktu usiaku 24 tahun, aku baru aja dapet kerjaan full-time di Jakarta dengan gaji UMR. Teman-teman seumuranku? Udah banyak yang mikirin pernikahan, punya rumah, bahkan sudah mapan. Aku? Baru mulai dari nol. Sementara banyak teman-temanku sudah menata hidupnya, aku bahkan baru berani bermimpi kecil.

Continue reading
lambat bukan berarti gagal - cuaphelda

Saat Harus Lebih Lambat, Apa Itu Artinya Gagal?

Aku pernah jadi orang yang cepat. Bangun pagi, kerja, kuliah, side hustle, semua aku jalani dalam satu hari. Rasanya dulu energi itu gak ada habisnya.

Tapi sekarang? Bangun pagi aja kadang kayak lari marathon. Aku pelan. Bahkan harus mengulang beberapa mata kuliah, dan mungkin lulus lebih lama dari yang aku rencanakan. Tapi, setelah semua yang aku alami, aku sadar satu hal: pelan itu bukan gagal. Pelan itu ritme baru.

Aku harap kamu gak bosan dengan tulisanku yang temanya tentang “slowing” gini ya. ❤️

Continue reading

Menemukan Diri Sendiri Lagi Setelah Berhenti Sejenak

Pertengahan Februari sampai hampir akhir Maret ini, aku sempat vakum dari CuapHelda. Bukan karena kehilangan semangat. Tapi karena… hidup memang terjadi.

Pekerjaan cukup hectic karena ada event kantor. Lalu, aku harus menjalani perawatan tumor selama hampir tiga minggu di Kuala Lumpur. Jujur, itu salah satu masa paling draining secara fisik dan mental.

Bukan cuma urusan konten yang terbengkalai. Aku bahkan sampai harus membatalkan sesi 1on1 dengan peserta webinar-ku. Kuliahku juga… ya, bisa dibilang ketinggalan banget. Aku sempat bingung—harus mulai dari mana? Harus gimana?

Continue reading
Saat Hidup Memaksa Kita Berhenti

Saat Hidup Memaksa Kita Berhenti: Ini Bukan Kegagalan, tapi Jeda

Kamu pernah gak, udah punya rencana super matang, super excited buat ngejalanin sesuatu, terus tiba-tiba… life happens? Sesuatu kejadian di luar kendali yang akhirnya bikin semua plan kamu berantakan?

I feel you. Karena aku baru banget ngalamin ini.

Jadi, aku udah ngerencanain sesuatu yang buat aku big deal banget—aku mau ngejalanin 72-hour fasting pas long weekend akhir bulan kemarin. Udah semangat banget, udah siap mental, udah set up segalanya supaya bisa berhasil. Tapi ternyata… sesuatu terjadi yang gak bisa aku ceritakan di ranah publik :), dan akhirnya aku terpaksa gak bisa merealisasikan rencana ini.

Continue reading
Small Wins

Small Wins yang Kelihatan Sepele, tapi Bantu Aku Konsisten

What if I told you that consistency itu bukan soal willpower semata, tapi lebih ke bagaimana kita mengurangi keputusan-keputusan kecil yang sebenarnya gak perlu? Sounds interesting, right?

I am honestly amazed at myself—how consistent I can be. Ternyata, tanpa aku sadari, aku sudah membangun kebiasaan kecil yang melekat di keseharianku, tanpa harus merasa struggle.

Contoh paling simpel? Sarapan! Aku baru sadar setelah menjalani konsistensi selama 60 hari bahwa aku sudah bertahun-tahun makan sarapan yang sama setiap hari—dua butir telur rebus. Sekarang, setelah baca Glucose Goddess, aku tambahin sayur supaya energiku lebih stabil dan gak gampang lapar sampai siang. Tapi habit dasarnya? It sticks effortlessly.

Continue reading

Blogging Comeback: Dari Nostalgia ke Konsistensi Menulis

Minggu lalu aku ngerasa kayak dapet “jawaban doa”. Aku pernah curhat di Instagram soal gimana blogging dulu itu bagian besar dari hidupku, and guess what?

Aku tiba-tiba dapet undangan dari Kak Ani Berta, seorang blogger senior yang udah nulis sejak 2008, buat ikut workshop Blogging in Social Media Age, yang merupakan bagian dari event Workshop Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2024.

Yang bikin makin seru, ini bukan sekadar event biasa, tapi juga ajang nostalgia. Aku ketemu lagi sama teman-teman blogger lama kayak Achi Hartoyo, Salman Faris, Uni Dzalika, dan Riyardi Arisman. Rasanya kayak balik ke masa di mana blogging itu lebih dari sekadar nulis, tapi juga komunitas yang seru dan penuh sharing!

Continue reading