Author Archives: cuaphelda

About cuaphelda

Tidak Normal Tapi Spesial. Blogger, Content Slave.

Weekend Produktif: Begini Tips dan Plan-ku

After working in whole weekdays, what I always wait for is WEEKEND! Kayanya yang lainya juga gitu ya. Tapi, instead of taking a rest, entah kenapa aku suka banget bikin weekend produktif.

Biasanya, aku setup salah satu hari di weekend sebagai weekend tetap produktif. Kemudian, satu hari lagi buat istirahat total. Ya, sekadar leyeh-leyeh atau malah full jalan-jalan (tanpa ada agenda harus benerin ini itu).

Nah, ini dia weekend produktif versiku! Biar definisi produktif itu gak melulu soal kerjaan kantor atau bahkan freelance.

Continue reading

Asuransi Jiwa; Bukan Cuma Jadi Warisan tapi Bayar Utang

Yang namanya warisan gak cuma HARTA tetapi juga UTANG. As information, biasanya pas kita mengajukan kredit bakal ada klausul yang menyatakan bahwa pihak pemberi utang (kreditur) berhak menagihkan sisa utang kepada keluarga terdekat apabila debitur meninggal dunia. 

Di sini pentingnya asuransi jiwa. Asuransi jiwa gak cuma menjadi warisan buat ahli waris tetapi juga bisa digunakan buat bayar utang, baik saat debitur meninggal dunia atau saat terjadi cacat tetap total dan bahkan saat di-PHK atau gak bisa bekerja.

Yang namanya utang harus tetap dibayar kan ya? Bahkan, saat kita apes karena gak bisa bekerja lagi karena sakit atau cacat dan juga karena di-PHK. Apalagi pas pandemi gini, hal-hal yang gak diinginkan lebih mungkin terjadi.

Continue reading
cara menjadi content writer

Cara Menjadi Writer yang Menguasai Topik

Writer itu sama seperti pencerita. Maka dari itu, gimana cara seorang writer menyampaikan pesannya bakal memengaruhi pembaca. Nah, cara paling penting buat menjadi super-writer ya harus expert di topik yang dia tulis.

Yang jadi masalah adalah gimana mulainya ya?

Karena dulu saya menulis topik apa saja, ya akhirnya saya bakal riset kalau diberi “keywords” atau “topik”. Sayangnya, kalau menulis hanya berdasarkan keyword atau topik saja, kemungkinan besar apa yang kita sampaikan cukup terbatas.

Kenapa gitu? Karena kita gak mengerti topik secara keseluruhan, tapi sepotong-sepotong. 

Continue reading
memulai hidup minimalis

Memulai Hidup Minimalis dengan Cara Simpel

Sewaktu kecil, saya pernah bercita-cita untuk hidup nomaden yaitu tinggal di tempat-tempat yang membutuhkan. Menjadi pengajar ke berbagai daerah, khususnya di wilayah yang sukar terjangkau. Cita-cita tersebut ternyata merupakan refleksi dari diri saya yang ingin hidup minimalis.

Cita-cita tersebut belum tercapai dan sekarang saya belum terpikir lagi. Namun, saya pernah hidup dengan hanya sekitar lima-enam pasang baju saja. Tidur di ruko tanpa kamar. Lemari saya hanya laci meja saja.

Entah kenapa pada saat itu, saya merasa “bebas” sekali. Berbeda dengan beberapa waktu terakhir ini, yang mana otak saya selalu berpikir bahwa mana lagi yang perlu saya buang dari apartemen. Sebab, pusing sendiri karena barang-barang saya semakin menumpuk.

Continue reading

Apa Tujuan Hidup Manusia?

Ketika bertanya apa tujuan hidup manusia, saya pribadi pasti akan mengaitkannya dengan keberadaan Tuhan. Yang mana dalam beberapa tahun terakhir ini, saya merasa bahwa Dia gak ada, ada, atau memang jauh.

Tapi jujur saja, saya takut mati. Takut akan rasa sakit menuju waktu tersebut. Atau, takut dilupakan karena menjadi tiada.

Apa Itu Tujuan Hidup?

Tujuan hidup bagi saya adalah mengapa sesuatu terjadi, apa yang perlu kita lakukan, bagaimana kita memaknainya, serta bagaimana akhirnya? 

Nah, pertanyaan “mengapa sesuatu terjadi” inilah yang memang sering kali menjadi misteri. Pertanyaan tersebut juga menjadi dasar keyakinan dan tindakan kita ke depannya.

Continue reading

Menjadi Orang ‘Normal’ Meski Mengidap Bipolar

Seseorang pernah bilang kayak gini ke saya, “Tapi gw liat lo normal-normal aja. Gak kayak orang sakit (bipolar).”

Kalimat tersebut terucap jelang akhir tahun lalu. Dan memang pada saat itu, saya merasa dan memang benar-benar jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saya bekerja dengan lebih bersemangat. Kehidupan sosial saya baik-baik saja, bahkan gak ada yang menyadari kalau saya punya mood-swing yang parah. Saya juga hampir jarang ngambekan.

Meski terlihat sangat baik, bukan berarti saya sudah ‘sembuh’. Saya ‘hanya’ sudah bisa memilih mana yang perlu ditampilkan dan mana yang gak. Saya juga sudah cukup bisa mengendalikan diri. Itu saja.

Continue reading