Tag Archives: konsisten

resolusi tahun baru

The “Consistency” Recipe (Why Your Resolutions Fail)

Let’s be honest regarding 2025 resolutions. Awalnya, plan tahun 2025-ku itu penuh banget dengan resolusi ambisius. Aku mau menulis blog rutin seminggu sekali, posting Instagram 3-4x seminggu, bikin TikTok, and rajin olahraga 3-4x seminggu. Mau ina, mau itu, inu ini. Hahaha.

Hypothesis-nya waktu itu simpel: “Kalau aku push diri aku harder, aku pasti bisa jadi that girl yang produktif.”

Result? Spoiler alert: It was exhausted. Aku menyadari bahwa aku terlalu memaksakan banyak hal buat diadopsi sebagai new habits sekaligus. Bukannya produktif, aku malah burn-out karena gak realistis dengan kapasitas energi aku sendiri.

Continue reading
tiny experiments

Berhenti Memaksa Diri, Mulai Bereksperimen: Eps. Konsisten Olahraga

Aku bukan “anak olahraga”. Dari kecil, aku memang gak dibiasakan olahraga sama orangtua. Kalau ingat zaman sekolah dulu, aku lebih memilih bikin makalah daripada ikut kelas olahraga. 😁

Nature-ku memang bukan di situ.

Jadi, bisa bayangin, “berat banget ke gym” itu adalah kalimat yang sangat menggambarkan perasaanku selama ini.

Tapi, aku juga punya pengin hidup lebih sehat. Masalahnya, keinginan dan realita seringkali gak ketemu. Padahal aku punya privilege WFH, gak perlu buang energi buat commuting, tapi ternyata itu aja gak cukup buat bikin aku konsisten.

Selama lebih dari setahun ini, aku sadar (setelah relook back), aku sudah melakukan banyak sekali “eksperimen” soal habit.

Continue reading
Small Wins

Small Wins yang Kelihatan Sepele, tapi Bantu Aku Konsisten

What if I told you that consistency itu bukan soal willpower semata, tapi lebih ke bagaimana kita mengurangi keputusan-keputusan kecil yang sebenarnya gak perlu? Sounds interesting, right?

I am honestly amazed at myself—how consistent I can be. Ternyata, tanpa aku sadari, aku sudah membangun kebiasaan kecil yang melekat di keseharianku, tanpa harus merasa struggle.

Contoh paling simpel? Sarapan! Aku baru sadar setelah menjalani konsistensi selama 60 hari bahwa aku sudah bertahun-tahun makan sarapan yang sama setiap hari—dua butir telur rebus. Sekarang, setelah baca Glucose Goddess, aku tambahin sayur supaya energiku lebih stabil dan gak gampang lapar sampai siang. Tapi habit dasarnya? It sticks effortlessly.

Continue reading

Dari Blogger Warnet ke Digital Marketer: Konsistensi yang Membawa Perubahan

“Blogging used to be my thing. But over the years, it started feeling like something left behind—by everyone, including me. Now, in 2025, I’m realizing that writing isn’t just something I used to do—it’s a habit that shaped who I am. And it’s time to rebuild it.”

Pernah merasa kehilangan kebiasaan yang dulu membuat hidupmu terasa lebih berarti? Aku pernah, dan ini ceritaku untuk memulai kembali.

Menulis bukan sekadar hobi masa lalu, tapi bagian dari kepribadianku. Dari seorang penjaga warnet yang hanya bermodal harapan, hingga menjadi seorang digital marketing manager di startup, semuanya dimulai dari satu kebiasaan kecil: menulis.

Walau memang blogging udah gak sepopuler dulu. Malah, banyak orang udah lupa atau malah gak tahu apa itu blogging, termasuk aku sendiri. Tapi, kalau dipikir-pikir, menulis itu gak bakal pernah lekang oleh waktu—formatnya aja yang berubah.

Continue reading