multi dimensional identitas

Kenapa Hidup Butuh Lebih dari Satu “Pilar Identitas”

Kita sering mengira burnout datang karena beban kerja. Padahal, kadang yang lebih berat adalah beban identitas: ketika seluruh rasa berharga diri atau stabilitas kita bertumpu hanya pada satu pilar, contohnya kerja.

Begitu pilar itu goyah, kita ikutan runtuh.

Dalam psikologi, kondisi ini disebut Identity Foreclosure — saat kita “mengunci” harga diri atau self-worth kita pada satu label saja.

Biasanya: Si Produktif. Si Ambisius. Si Pekerja Keras.

Dan ketika peran itu terguncang, bukan cuma karier yang goyah, tetapi juga seluruh persepsi diri kita.

Continue reading
beban ganda perempuan

Refleksi tentang ‘Beban Ganda’ dan Pola yang Kita Warisi

Ada arsip ingatan yang gak pernah benar-benar pudar.

Aku tumbuh di keluarga Batak di mana ibuku bangun paling pagi dan tidur paling malam. Beliau berjualan ke pasar setiap hari, mengatur keuangan keluarga, dan tetap disebut “istri yang harus tunduk.”

Gambaran itu melekat kuat dalam ingatan masa kecilku — tentang bagaimana perempuan di sekitarku bekerja paling keras, tapi pengakuan sosial sering kali berpihak pada laki-laki.

Waktu mempelajari topik double burden di mata kuliah Psikologi Perempuan dan Gender, aku merasa teori yang dijelaskan di kelas terasa hidup kembali di depan mata.

Continue reading

Amarah Itu Sah. Tapi Jangan Sampai ‘Kehilangan Diri’

Sejak pertama kali aku ngeblog tahun 2008, aku hampir gak pernah bahas politik. Bahkan waktu ada tawaran menulis tentang tokoh politik di blog-ku, aku tolak. Rasa-rasanya itu bukan ranahku sih. 🙂

Tapi kali ini beda. Karena yang terjadi bukan sekadar “isu politik”. Ada sesuatu yang jauh lebih menyakitkan menurutku, yaitu: pembiaran.

Bermula dari wacana kenaikan gaji DPR yang bikin banyak orang naik darah. Terlebih hal tersebut dibicarakan di era ‘in this economy’, yang mana terjadi banyak PHK dan sebagainya.

Kemudian saat demonstrasi, jatuh korban jiwa, yaitu Affan Kurniawan. Seorang anak muda, ojol berusia 21 tahun, tewas terlindas atau dilindas oleh kendaraan taktis Brimob. Dia bukan demonstran. Dia cuma lagi cari nafkah, terjebak di tengah kerumunan.

Continue reading
bukan tujuan hidup tapi tujuan dalam hidup - hutan jati purwakarta

Bukan Tujuan Hidup, Tapi Hidup yang Punya Tujuan

Tulisan ini adalah refleksi pribadi setelah menamatkan one of the best book buatku Psycho-Cybernetics, mengenal Imago Dei, dan berdamai dengan ketakutan sendiri.

Anyway, buku ini akhirnya berhasil aku kelarin baca setelah maybe setengah tahun lebih, maybe. Sempat berhenti, and sempat rajin, and memang baca buku ini memang gak bisa langsung banyak-banyak halaman. Karena tiap beberapa halamannya langsung bikin aku mikir, dan bahkan refleksi. Makanya buku inilah yang banyak coretannya dariku.

🙂

Continue reading
struktur ulang pikiran

Begini Caraku Struktur Ulang Pikiran pas Semua Terasa Penting

Waktu itu aku udah punya daily schedule. Udah rapi banget, bahkan ada slot untuk istirahat. Tapi anehnya, aku malah makin lelah. Makin sumpek. Kepala rasanya penuh banget. Mataku kabur, literally.

Sampai akhirnya aku harus akui bahwa aku gak bisa lagi ngejar semuanya dalam satu waktu. Ada hari di mana aku ngerasa udah full effort, tapi kok ya gak ada hasil. Gak puas, I feel like doing punch in the air. Aku malah ngerasa gak ada goal-nya juga. 🙁

Ternyata, salah satu penyebabnya: aku terlalu ambisius untuk masukin semua hal ke dalam satu hari. Pengin olahraga, kuliah, pengin bikin konten, mau grow juga sebagai Marketing Strategist. Tapi energiku ya satu. Badanku cuma satu.

Continue reading
tips produktivitas

Kebanyakan Sistem = Gak Ada Sistem

Dulu aku cukup bangga bilang semua hidupku terorganisir lewat Spreadsheet. Literally semua hal aku masukin ke situ. Kuliah, kerjaan, bahkan hal-hal kecil kayak reminder bayar tagihan atau follow up orang.

Setiap sisi kehidupanku punya sheet masing-masing. Warnanya lucu, tab-nya banyak, semuanya kelihatan niat. Kadang aku sampai mikir, “Kalau ada yang ngelihat sistemku, mereka pasti mikir aku produktif banget.” 😆

Tapi kenyataannya? Aku sendiri adalah kelupaan ngerjain hal penting.

Continue reading