What if I told you that consistency itu bukan soal willpower semata, tapi lebih ke bagaimana kita mengurangi keputusan-keputusan kecil yang sebenarnya gak perlu? Sounds interesting, right?
I am honestly amazed at myself—how consistent I can be. Ternyata, tanpa aku sadari, aku sudah membangun kebiasaan kecil yang melekat di keseharianku, tanpa harus merasa struggle.
Contoh paling simpel? Sarapan! Aku baru sadar setelah menjalani konsistensi selama 60 hari bahwa aku sudah bertahun-tahun makan sarapan yang sama setiap hari—dua butir telur rebus. Sekarang, setelah baca Glucose Goddess, aku tambahin sayur supaya energiku lebih stabil dan gak gampang lapar sampai siang. Tapi habit dasarnya? It sticks effortlessly.
Continue reading