Asuransi Jiwa; Bukan Cuma Jadi Warisan tapi Bayar Utang

Yang namanya warisan gak cuma HARTA tetapi juga UTANG. As information, biasanya pas kita mengajukan kredit bakal ada klausul yang menyatakan bahwa pihak pemberi utang (kreditur) berhak menagihkan sisa utang kepada keluarga terdekat apabila debitur meninggal dunia. 

Di sini pentingnya asuransi jiwa. Asuransi jiwa gak cuma menjadi warisan buat ahli waris tetapi juga bisa digunakan buat bayar utang, baik saat debitur meninggal dunia atau saat terjadi cacat tetap total dan bahkan saat di-PHK atau gak bisa bekerja.

Yang namanya utang harus tetap dibayar kan ya? Bahkan, saat kita apes karena gak bisa bekerja lagi karena sakit atau cacat dan juga karena di-PHK. Apalagi pas pandemi gini, hal-hal yang gak diinginkan lebih mungkin terjadi.

Siapa yang Butuh Asuransi Jiwa?

Kita bahas dari sini dulu deh. Siapa sih yang sebenarnya butuh asuransi jiwa dan kenapa? Yang pasti, kalau kita adalah tulang punggung keluarga, udah pasti kita butuh. Sebab, keluarga yang bergantung secara ekonomi ke kita bakal bisa melanjutkan hidup dengan layak jika kita meninggal.

Kemudian, seperti yang aku sempat sebutkan di awal. Kalau kita punya UTANG, kita juga wajib mengasuransikan diri. Bahkan, jika kita belum berkeluarga atau punya anak.

Sebagai contoh, saya sendiri. Saya belum berkeluarga tetapi punya saudara kandung. Dan saya juga punya cicilan. Nah, saya sengaja ambil asuransi jiwa berjangka dengan ahli waris adalah saudara kandung saya. Dengan begitu, saya bisa mewariskan sesuatu ke mereka, termasuk juga dananya nanti buat bayar sisa utang kalau misal terjadi apa-apa ke saya.

Masalahnya adalah masih banyak orang mikir bahwa asuransi jiwa itu mahal. Padahal sebenarnya gak, lho! Bahkan cukup dengan merelakan dua cup Starbucks aja per bulan, kita bisa mendapatkan uang pertanggungan (UP) sampai dengan ratusan juta rupiah!

Jenis Asuransi Jiwa yang Bisa Kita Pilih

Berikut beberapa pilihan asuransi jiwa yang bisa kita pertimbangkan, baik itu sebagai warisan di kemudian hari atau untuk menutupi utang kalau kita kenapa-kenapa.

1. Asuransi jiwa berjangka

Asuransi jiwa berjangka ini cukup jarang ditawarkan oleh agen asuransi. Mungkin karena komisinya kurang gede kali, ya? Hihi.

Yang pasti, premi asuransi jiwa berjangka ini adalah yang paling murah! Ini yang saya bilang tadi cukup dua cup Starbucks per bulan. Bahkan, ada juga yang malah seharga Tuku. Haha.

Saya sendiri beli asuransi jiwa berjangka dari Astra Life. preminya cuma Rp81.500 per bulan dengan UP Rp500 juta!

Dulu pernah juga beli dari Capital Life dengan premi cuma Rp200 ribuan tahun dengan UP sekitar Rp100 jutaan. Cuma produk yang ini harus diperpanjang tiap tahun. Makanya, gak saya lanjutkan dan akhirnya pilih si Astra Life.

Oh ya, UP dari asuransi jiwa berjangka ini bakal hangus kalau gak ada klaim selama masa pertanggungan ya. Alias gak ada pengembalian premi. Ini yang kadang bikin orang merasa “gak diuntungkan”. Padahal ya yang namanya asuransi kan sebagai proteksi, bukan investasi. 

2. Asuransi jiwa + rider cacat tetap total

Gimana kalau misalnya kita mengalami yang namanya cacat tetap total sehingga gak bisa bekerja? Ini yang ngeri sih. 

Masalahnya asuransi jiwa gak secara langsung cover risiko ini. Tapi kita masih bisa menambahkan manfaat (manfaat tambahan ini disebut sebagai rider). Ada asuransi yang bakal kasih pembebasan premi, ada juga yang kasih santunan tunai kalau terjadi risiko cacat tetap total.

Saya sempat lihat produk asuransi berjangka dari Manulife, namanya Pro Active Plus. Masa pertanggungan 20 tahun dengan premi sekitar Rp500 ribuan, kita bisa dapat UP sampai Rp2 miliar dan pembebasan premi bila terjadi cacat tetap total.

3. Asuransi proteksi income

Selain asuransi jiwa berjangka, produk asuransi jiwa juga ada yang berbentuk proteksi income. Produk asuransi ini memang cukup jarang sih di Indonesia. Tadi sempat Googling, paling segelintir aja yang menyediakan asuransi ini.

Yang pasti, produk asuransi proteksi income/income protection ini cocok banget buat kita yang masih punya utang dan berstatus karyawan. Misal kita harus kehilangan sumber penghasilan atau mengalami cacat sehingga gak bisa bekerja, kita bakal dapat uang pertanggungan. Yang mana uang tersebut bisa digunakan buat melunasi utang maupun biaya hidup.

4. Asuransi PHK

Hampir mirip dengan produk proteksi income, asuransi ini bakal ngasih uang pertanggungan kalau kita di-PHK. Biasanya alasan PHK-nya karena perusahaan pailit atau tertanggung mengalami cacat tetap total sehingga gak bisa bekerja lagi.

Saya sendiri ada lihat produk asuransi PHK ini dari Asuransi Sinar Mas (ASM). UP yang dikasih maksimal Rp250 juta.

5. Asuransi jiwa kredit

Mungkin ada yang belum tahu, kita bisa menambahkan asuransi pada saat mengajukan kredit atau punya kartu kredit, lho!

Buat kita yang punya kartu kredit, biasanya bank bakal menawarkan asuransi jiwa kredit atau credit shield. Preminya murah sih, mulai dari belasan hingga puluhan ribu per bulan. Kalau kita gak bisa bayar kartu kredit karena gak bisa bekerja lagi, utang bakal lunas.

🙂

Termasuk juga saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), selalu perhatikan klausulnya ya. Biasanya sih asuransi jiwa sudah include dalam produk pinjaman ini. Sehingga kalau terjadi risiko meninggal dunia, sisa utang dianggap lunas dan gak bakal ditagihkan ke keluarga.

Segitu aja dulu ya bahasan soal asuransi jiwa yang gak cuma bisa dijadikan warisan tetapi juga buat bayar utang.

Saya jadi merasa sedikit menyesal dulu gak tahu informasi ini. Dulu saya menganggap bahwa asuransi jiwa itu termasuk instrumen keuangan yang gak terjangkau alias MAHAL. Karena gak punya asuransi jiwa, pas nyokap meninggal, kita kocar-kacir.

Mungkin ya karena pada saat itu, tahunya asuransi itu mirip investasi. Ada pengembalian premi atau keuntungan di tahun tertentu (biasanya ini produk unit link atau asuransi jiwa dengan pengembalian premi). Yang berdampak pada premi yang jadi mahal banget!

Padahal ya asuransi sebisa mungkin jadi proteksi aja. Kalau mau dapat untung, ya investasi.

2 thoughts on “Asuransi Jiwa; Bukan Cuma Jadi Warisan tapi Bayar Utang

    1. cuaphelda Post author

      Untuk produk unit link sebenernya oke oke aja, asal tahu persentase dana untuk investment-nya dan dimana mau ditaruh. Tapi kalau aku sendiri kurang menyarankan ya.

      Like

      Reply

Leave a Reply to visibestari Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s