memulai hidup minimalis

Memulai Hidup Minimalis dengan Cara Simpel

Sewaktu kecil, saya pernah bercita-cita untuk hidup nomaden yaitu tinggal di tempat-tempat yang membutuhkan. Menjadi pengajar ke berbagai daerah, khususnya di wilayah yang sukar terjangkau. Cita-cita tersebut ternyata merupakan refleksi dari diri saya yang ingin hidup minimalis.

Cita-cita tersebut belum tercapai dan sekarang saya belum terpikir lagi. Namun, saya pernah hidup dengan hanya sekitar lima-enam pasang baju saja. Tidur di ruko tanpa kamar. Lemari saya hanya laci meja saja.

Entah kenapa pada saat itu, saya merasa “bebas” sekali. Berbeda dengan beberapa waktu terakhir ini, yang mana otak saya selalu berpikir bahwa mana lagi yang perlu saya buang dari apartemen. Sebab, pusing sendiri karena barang-barang saya semakin menumpuk.

Masalahnya, bukan cuma menumpuk barang tetapi saya sempat mengalami masalah finansial.

🙂

Alasan Memulai Hidup Minimalis

Seenggaknya ada tiga alasan mengapa saya akhirnya memutuskan buat hidup minimalis.

1. Masalah finansial

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, salah satu alasannya adalah saya sempat mengalami masalah finansial. Walau gak sepenuhnya karena kebiasaan belanja, tetapi saya perlu akui bahwa hal tersebut menjadi salah satu faktor pemberat.

2. Kebiasaan beberes

Walau menumpuk barang, otak saya gak pernah berhenti untuk memikirkan untuk beberes. Saya suka banget beberes dannn~~~ decluttering alias buang-buang barang.

Tapi ya sama saja hasilnya kalau saya gak bisa mengerem diri buat gak belanja lagi, kan? Itu namanya bukan hidup minimalis tetapi malah boros karena terus-menerus membuang barang. Niat awal mau jual atau donasi barangnya, eh malah cape sendiri. Eh, malah dibuang aja gitu.

3. Fokus ke sesuatu yang lebih penting

Karena saya bisa stres sendiri dan bad mood pas lihat rumah yang berantakan, akhirnya gak bisa fokus. Masalahnya adalah kalau terlalu banyak barang, jamin deh bakal berantakan lagi dan berantakan lagi.

Jangankan gitu ya, pas udah ngurang-ngurangin barang aja, tempat tinggal kita masih saja bisa berantakan lagi, kan? Hayo, ngaku deh! Paling gak, gak mungkin kan kita gak nyapu, ngepel, dan bersihin kamar mandi, dll? Nah, bakal lebih pe er lagi kalau barang kita banyak banget dan penempatannya gak beraturan.

Selain itu, saya sendiri punya goal buat punya properti sendiri, buka usaha, dan banyak lagi yang jauh lebih worth it menurut saya.

Bagaimana Memulai Hidup Minimalis?

Satu hal penting yang perlu kita ingat saat ingin memulai hidup minimalis. Ini juga self-note alias jadi pengingat buat saya sendiri.

Memulai hidup minimalis berbeda dengan sekadar punya rumah/apartemen/tempat tinggal berdesain minimalis.

Saya pernah dalam mode yang ternyata hanya sekadar pengin apartemen dengan gaya minimalis alias tampil klimis saja. Akhirnya? Saya malah berfokus ke beli, beli, dan beli perabotan, kitchen utensil, dan sebagainya. Kemudian, saya kurang puas, terus saya beli lagi dan buang lagi yang lama. Gitu dengan barang-barang lain, seperti apparel, produk elektronik, dan lain-lain.

Padahal hakikat hidup minimalis bukan sekadar decluttering atau menyingkirkan barang. Melainkan tahu mana yang jadi kebutuhan, prioritasin yang penting, dan gimana kita memanfaatkan yang sudah ada.

Gak seperti tahun-tahun sebelumnya, saya pun bikin resolusi yang spesifik. Saya mau memulai hidup minimalis dan saya sudah siapkan step by step-nya dengan cara yang simpel dulu.

😉

1. No buying untuk produk apparel

Saya pernah dalam kondisi impulsif untuk belanja produk fesyen. Bisa kali tiap minggu saya beli dress, outer, sepatu, atau aksesoris lain. Pokoknya ada saja yang dibeli.

Kartu kredit saya gesek terus berasa punya banyak duit. Iya, saya juga rajin decluttering, tapi bahkan membuang pakaian yang bahkan saya gak pernah pake. Buang-buang duit, toh?

Kenapa saya memilih untuk stop beli produk apparel? Meski kebiasaan belanja ini yang bikin saya paling kalap. Namun, ini juga yang cukup mudah buat dilakukan.

Saya kepikiran ini, pertama karena saya memang lagi program diet menurunkan berat badan. So, saya punya target untuk pakai lagi baju-baju lama. Kedua, saya punya strategi dengan mengoleksi berbagai kaos dengan warna hitam dan putih saja serta rok atau celana dengan warna polos. Biar gampang mix and match dan udah pasti cocok deh!

Yang pasti, namanya baju pasti bisa tahun bertahun-tahun, beda dengan skincare yang memang bisa habis ya.

2. Belanja kebutuhan bulanan seperlunya

Saya juga suka grocery shopping! Haha, bisa tahan lho di supermarket berjam-jam. Sayangnya, malah bikin gak stick ke catetan belanja yang udah dibuat. Udah gitu, suka nyetok-nyetok barang yang sebenarnya masih ada. Bahkan, lupa kalau stoknya masih ada. Makanya, gak jarang saya nemuin kebutuhan yang lah ini masih ada, tapi saya beli baru lagi.

Kalau duitnya cukup, oke sih buat nyetok. Apalagi kalau pas ada diskon, bulk shopping bakal bikin hemat. Cuma saya kepikiran saja, daripada duitnya dipakai buat belanja grocery sampai berjuta-juta tiap bulan buat nyetok buat bulan-bulan depan. Padahal ya bulan depannya juga belanja lagi. Bukankah lebih baik, uangnya disimpen saja, bisa dijadikan dana darurat?

Selain itu, space di tempat tinggal juga jadi gak terlalu penuh buat nyimpen kebutuhan bulanan tersebut.

3. Pakai make-up dan skincare yang penting-penting saja

Dalam laci make-up, sekarang saya hanya punya tiga lipstik yang memang sering saya pakai. Dulu-dulu saya suka koleksi berbagai lipstik, padahal yang dipakai itu-itu saja. Gitu juga dengan blush-on, highlighter, sampai dengan foundation. Saya punya berbagai macam merek dan warna.

Nah, start dari tahun lalu, saya gak nambah make-up lagi. Awal-awal saya masih laper mata, tapi saya coba buat gak langsung beli. Jadi dipikirrrrrrrrrrr dulu berkali-kali~~~

Gitu juga dengan skincare. Saya gak terlalu curious lagi buat coba ini itu. Dan saya juga pakai yang esensial saja dan memang sesuai kebutuhan, gak perlu sampai 10 step. Hehe. 

Step yang saya sebutkan di atas memang simpel banget. Tapi seperti kata si toko ijo bilang, “mulai aja dulu!”. Karena sesuatu yang besar gak akan terjadi kalau kita gak mulai dari yang kecil.

Oh ya, satu lagi, beberapa waktu lalu saya decluttering besar-besaran perabotan di unit apartemen. Barang-barang yang gak dipakai enam bulan terakhir dan nantinya gak bakal saya pakai lagi disingkirin. Hehe.

Dan~~~ lega banget rasanya. Sekarang beberes gak terlalu pusing, karena kalaupun berantakan ya gak berantakan banget harus susan-susun sana-sini. Selain itu, berkurang polusi mata kalau keliling ngelihat tempat tinggal saya. Hahaha.

Yuk, semangat! Semangat buat kalian yang juga punya resolusi buat memulai hidup minimalis dan hidup simpel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s