Trik Foto Makanan a la @CaptainRuby yang Tak Terpikirkan

Buat  kamu yang udah follow Instagram aku @cuaphelda, mungkin udah eneg kali ya lihat foto-foto makanan yang rajin aku post. Huhu. *follow yah!* *ujung-ujungnya promosi*. Iya, ntah sejak kapan tahun aku suka foto-foto makanan. Kalau ditanya: “Buat apa sih makanan difoto-foto segala?” Jawabku: Ntahlah. Menurutku sayang aja makanan cakep-cakep atau makanan yang rasanya enak tak diabadikan. Hitung-hitung kita menambah kolase sejarah.

😀

Perlu aku akui, jepretanku memang tak se-wow food blogger yang sudah lama malang-melintang. Aku pun merasa bahwa diriku belum pantas disebut sebagai Food Blogger. Ciyus deh ya, aku udah beli domain namanya Cecuap.com dan udah bikin akun Instagram-nya juga @cecuap – tapi sampai sekarang itu blog belum aku sentuh. *horangkayah*

Okeh, back to the topic. Stop ngalur ngidul dengan segala impianku untuk jadi food blogger ketjeh.

A photo posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

Dua minggu lalu, udah cukup lama, ya. Maaf. Aku ikut satu sesi workshop menarik yang diselenggarakan oleh Jenius. Acaranya bertajuk #JeniusWay to be Food Blogger. Actually, sebenernya bukan hanya workshop soal food-blogging aja yang diadain sama Jenius tapi ada banyak lagi ilmu lainnya, mulai dari travel-blogging, beauty-blogging dan banyak lagi. Nah, khusus untuk workshop Food-Blogging, acara ini berkolaborasi sama KMK Online dan Food-Blogger Fellexandro Ruby. Tempatnya di salah satu mall paling keceh di Jakarta, Senayan City.

Anyway, kalau kalian belum tahu apa itu Jenius, secara singkat Jenius ini adalah nama aplikasi pengatur keuangan yang cukup revolusioner. Dengan satu aplikasi dari satu smartphone aja kamu sudah bisa gunakan untuk mengatur keuangan sampai dengan transaksi. Kerenlah pokoknya! Coba cek di situs Jenius.com, ya. Sekaligus jangan lupa untuk unduh aplikasinya di Google Playstore atau iOS.

Okey, kembali ke topik food-blogging. Di acara itu, @captainRuby, sapaan Ruby di media sosial – founder WanderBites.com – ngejelasain beberapa rahasia dan trik foto makanan yang bikin aku menggumam “Ooo..” terus karena kebanyakan tak pernah terpikirkan olehku.

Fellexandro Ruby
Fellexandro Ruby

Trik Foto Makanan yang Kita Harus Simak dari @CaptainRuby

Aku harus akui bahwa aku suka banget sama cara pemaparan Koh Ruby inih. Doi ngejelasin secara runut dan dibikinin eksperimen kecil supaya kita peserta workshop nggak ngeraba-raba. Doi bikin perbandingan foto makanan gitu dan kita disuruh milih – kira-kira mana yang banyak like-nya, mana yang bagus dan sebagainya. Seriously! Pemaparan dari doi bikin aku melek.

🙂

Nah, supaya kalian juga bisa ikutan tahu, ada beberapa poin menarik yang disampaikan oleh Koh Ruby. Ya kali bisa diterapkan buat foto-foto makanan nantinya.

  • Berteman dengan jendela

Kenapa? Karena cahaya matahari adalah lighting paling the best! Mau itu foto makanan, foto diri dan sebagainya – biasanya kalau sudah pakai cahaya matahari, hasil foto sudah hampir akan menggoda.

@captainruby punya pesan: “Shoot your lunch, eat your dinner.”

  • Perhatikan arah cahaya

KKB: Kiri Kanan dan Belakang. Cahaya harus dari sisi-sisi tersebut. Hasilnya bayangan pasti bertolakan dengan sumber cahaya. Hasil foto pun jadi mentereng.

  • Rajin selfie

What? Apa hubungannya rajin selfie dengan foto makanan? Filosofinya begini: Kalau kita rajin selfie, biasanya kita sudah tahu pose terbaik kita. Nah begitu juga dengan foto makanan. Semakin sering kita motret maka kita akan tahu angle-angle terbaik.

Ajib!

  • Pake hape juga bisa

Ada beberapa aturan main: rajin untuk bersihin lensa, jangan zoom tapi lebih baik crop dan fokus sebelum jepret.

  • Deskripsi makanan

Yang terakhir perhatikan deskripsi foto makanan yang sudah kita bikin. @captainRuby bilang kalau lebih baik deskripsikan makanan dengan sebutan “cocok atau nggak cocok” daripada “enak atau nggak enak”. Ini karena lidah orang beda-beda, kan, yah. Kalau kita bilang enak, belum tentu orang lain sama. Jadi, akan lebih bagus katakan “cocok atau tidak cocok”. Tips satu ini cukup menohok. Ini karena aku sering banget ngedeskripsikan makanan soal enak atau tidak enaknya. Thankyou, Koh!

Intinya di workshop tempo hari, aku bener-bener belajar banyak soal trik foto makanan. Memang sih sampai sekarang aku belum kunjung pro. Xixixi. Masih belajar, euy! Tapi ilmu tempo hari bener-bener berguna!

Rencananya aku bakal mau update blog kuliner-ku especially kuliner Depok *bangga jadi orang Depok*. Semoga deh kewujud dan nggak mood-mood-an. Hiks. Anyway, maaf banget aku baru update blog lagi karena beberapa waktu lalu tiba-tiba aku down. Yang pasti, ilmu dari @captainRuby ini bener-bener nggak akan lekang oleh waktu. Semoga bermanfaat buat kalian, Mentemen!

Aplikasi Jenius di smartphone.
Aplikasi Jenius di smartphone.

Oh ya, jangan lupa untuk unduh apps Jenius. Siapa tahu ada informasi acara menarik lainnya yang bisa diikuti. Yang jelas apps ini juga must-try dan must-have karena berguna banget buat bikin perencanaan keuangan. Ya kali mau handphone canggih atau kamera keren untuk motret makanan. Hehehe.

See you, Mentemen, with another post!

 

Kamu mungkin suka tulisan ini!

14 Comments

  1. Belakangan ini nggak tau kenapa tapi aku mulai hobi foto-fotoin apapun makanan dan minuman yang ada di hadapanku. Yaps, kalau ingin mendapatkan hasil foto yang ngejreng, kita harus pinter ngebaca arah cahaya, hihihi. 😀

  2. deskripsikan makanan dgn kata2 cocok ato tdk cocok yaa… ok, next kalo sdg review makanan, aku bakal coba lbh halus lg kata2nya :D.. biasany memang jujur banget sih, kalo enak, ya enak, kalo ga, malah ga kupublish sekalian 😀

    1. Nah ini kadang susah, nih. secara kita kan bisanya wisata kuliner malem yak. Caranya, aku senterin pakai senter smartphone. :’))) Pernah kejadian di Yellow Truck Depok. Klo emang nggak gelap bgt dan ada lighting, gpp kok. 😉 Kita kan bukan food-photographer. Yang penting pinter cari angle yang keceh.

Leave a Reply