Tips Naik Commuter Line, Strategi Jitu Dapat Tempat Duduk

Tips naik commuter line? Ini emang sungguhan tips. Buat kalian yang sudah terbiasa naik commline pasti sudah ngga asing lagi dengan strategi-strategi jitu yang aku sebutkan ini. Nah, buat yang mungkin, masih baru atau sekali-sekali saja mungkin kalian terperangah kok sampai ada strategi segala sih untuk naik ular besi berlistrik ini.

Naik commuter di jam-jam bukan rush hour sih ngga masalah. Enak banget malah. Cepat, ngga kena macet ngga terduga, tenang bisa tidur-tiduran malah, dingin, ah… Pokoknya commuter line itu the best public transportation in Jabodetabek deh! Tapi sayangnya karena label sebagai the best public transportation itulah yang bikin orang rela berdesak-desakan kayak ikan pepes di dalemnya. Termasuk aku.

Ketika jam pergi-pulang kerja karyawan, kamu bakal nemuin hal seperti ini:

  • Desek-desekan bahkan sampe ngga perlu pegangan lagi. Gada jarak antara satu sama lain.
  • Yang duduk pun ikut desek-desekan. Mereka yang berdiri juga bisa tidak punya jarak lagi dengan yang duduk. Injek-injekan kaki juga tak terelakkan.

Kalau dibilang commuter adalah transportasi yang tidak manusiawi, iya juga sih. Actually, menurutku, kalau di kereta kita ngga perlu desek-desekan alias paling tidak agak legaanlah – orang-orang ngga akan berebut untuk duduk. Aku sendiri selalu ngincer tempat duduk karena ngga mau dempet-dempetan ngga ada space dengan orang lain. That’s it. Ah, andai, suatu saat nanti jumlah kereta yang disediakan makin banyak dengan rentang waktu kedatangan yang makin singkat.

Tips Naik Commuter Line Supaya Dapat Tempat Duduk

Tips Naik Commuter Line

Back to the main topic. Kali ini aku mau share sedikit dari hasil pembelajaran dan riset pribadi aku selama rutin naik kereta pagi-malam. Semoga bisa ngebantu kamu – khususnya yang harus rutin naik kereta untuk kerja.

  1. Cari jadwal kereta balik

Aku sih ngga tahu jadwal kereta balik untuk daerah lain ya, selain Depok. Riset ini aku tahu setelah ada perubahan jadwal masuk kantor jadi lebih pagi. Nah kalau pagi itu ada kereta balik hanya sampai stasiun Depok Lama aja kemudian kembali ke Jatinegara. Itu ada di pukul 06:43 sampai di Pondok Cina, atau 06:48 di Depok Baru dan berangkat dari Depok Lama jam 07:04. Nah, beruntunglah buat kamu yang bisa nunggu di Stasiun Pondok Cina dan stasiun sebelum-sebelumnya! Kenapa? Karena kalau kereta sudah sampai Depok Baru pun, kemungkinan dapat tempat duduk akan sulit juga. Jarang. Nah, mereka yang nunggu di Stasiun Depok, maaf kurang beruntung!

🙂

Anyway, kalau ada yang mikir makin pagi maka makin sepi. That’s wrong! Aku ngga tau ya kalau yang sebelum jam 6 kurang gitu. Tapi aku pernah sampai di stasiun jam 6 kurang dan there were soooo many people had been waiting for commline. Crowded. Gilak.

Balik ke soal kereta balik. Tentu aja jadwal itu bisa kamu jabanin kalau sesuai dengan jam kantor kamu. Satu-satunya jalan untuk kemungkinan besar dapet tempat duduk ya balik ke stasiun akhir, Bogor. Hehe. Jadi, beruntung banget mereka yang tinggal di Bogor!

  1. Ikut dulu ke stasiun sebelumnya

Kalau pulang kantor aku punya kebiasaan untuk ikut dulu ke stasiun sebelumnya. Biasanya aku tunggu kereta di Tanah Abang. Nah berhubung kereta masih cukup padet dan sulit dapet tempat duduk bahkan sampai malem, aku ikut ke Duri dulu. Jadi saingannya berkurang. Ya setidaknya tidak sebanyak di Tanah Abang dan lebih berpeluang untuk naik kereta yang masih bener-bener kosong.

Daripada harus sikut-sikutan buat masuk kereta? Hehe.

  1. Jangan duduk di bagian pinggir

Memang sih kursi-kursi prioritas untuk lansia, orang tua bawa anak, ibu hamil dan penyandang cacat sudah disediakan. Tapi akan lebih baik lagi untuk jam-jam yang bener-bener padet banget, jangan duduk di bagian paling pinggir deh. Ya kalau kamu ngga mau digusur dari situ. Karena posisinya yang paling dekat ke pintu dan bisa jadi kursi prioritas udah habis, jadi yang paling pinggir kemungkinan besar bisa digusur. Hehe. Emang sih duduk di paling pinggir itu enak, bisa senderin kepala.

  1. Kalau ngga dapet tempat duduk, masuk aja ke bagian depan tempat duduk yang ada pegangannya

Susah nih jelasinnya. Maksud aku ya berdiri di depan orang yang duduk, selagi masih ada space ya. Jadi kalau kamu ngga kebagian kursi dan kondisi dalam kereta masih plong, kamu bisa berdiri di situ saja. Kalau berdiri di dekat pintu, kamu ngga akan kebagian tempat duduk nantinya saat ada yang turun kereta. Lagipula biasanya yang padet banget itu di bagian dekat pintu. Setidaknya kalaupun nantinya kereta padet banget, kamu ngga perlu sesak napas pake banget.

Nah, itu beberapa poin tips naik commuter lain yang aku inget. Hehe. Kamu yang sering naik commline juga pasti ngerti banyak soal dunia perkeretaapian. Yang pasti kalau mau dapet tempat duduk, ada dua cara paling pasti: Naik kereta pas sepi atau kalau rumah kamu berlawanan arah dari daerah perkantoran. Contohnya: Kalau orang-orang kerjanya ke Jakarta, eh kamu kerjanya di Bogor. Asik banget kan?

Anyway, walau kita pengin banget untuk duduk, selalu dahulukan mereka yang lebih butuh ya – yaitu lansia, ibu hamil, penyandang cacat dan orang tua bawa anak. Aku nyebutinnya “orang tua membawa anak” bukan hanya “ibu membawa anak” karena ngga jarang aku lihat bapak-bapak yang bawa anak kecilnya. Uh!

Kamu mungkin suka tulisan ini!

5 Comments

  1. Aku kemarin baru ke Jakarta, Mak, terus naik commuter line. Gilaak! Ketagihan banget naik itu. Cepet dan hemat, wakakakkkk 😀 Andai aja di Malang juga ada commuter line 😀

  2. biasanya naik dari pintu yang tinggi naiknya (soalnya di situ yang ngetem jarang dan yang keluar dari situ juga jarang), jadi ga gitu desek desekan katak di pintu yang himpitan ama lantai tasiun sejajar. Terus sebelum naik uda cepet cepet pegangan soalnya biar siap siaga hahahha, ini pengalaman banget. n lumayan ampuh

Leave a Reply