Taman Pandang Istana, Tempat untuk Memandang

Sabtu sore lalu (30/07), dengan setelan rok (seperti biasa) dan atasan cokelat dan tas selempang, aku order ojek online di Stasiun Gondangdia. Setibanya si Abang ojek, dia langsung tanya: “Taman Pandang Istana, dimana, ya, Kak?”

Iyak, tentu aja taman ini masih asing di telinga. Tapi, untunglah di maps sudah ada! Jadi tempo hari aku bantu pakai maps. Ojeknya sih udah kenal banget daerah Monas dan tahu lokasi depan istana tapi dia belum tahu dimana itu Taman Pandang.

Yap! Sore itu aku ikut hadir di acara launching Taman Pandang Istana, yang tepatnya berada di Jalan Silang Monas Barat Laut, Gambir, Jakarta Pusat. Beneran deh! Udah ada di GPS. Diresmikan oleh Pak Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Anyway, aku baru pertama kali lihat Ahok secara langsung gituh. Huhu. *kurang gaul yak*

Tentang Taman Pandang Istana

Pak Ahok resmikan Taman Pandang Istana.
Pak Ahok resmikan Taman Pandang Istana. doc: Tempo.co

Sebenarnya untuk apa sih taman ini dibangun? Cukup unik aku bilang. Memang tujuan pertama adalah bertambahnya ruang terbuka hijau di Jakarta, especially di Jakarta Pusat. Terbukti tempat ini memang cukup rimbun. Iya sih kawasan Monas memang secara keseluruhan memang rimbun. Tak hanya itu saja, uniknya adalah taman ini dibangun untuk menampung aspirasi masyarakat DKI.

Di acara kemarin, Pak Ahok jelasin latar belakang pembangunan taman ini. Bertepatan di depan istana, daerah ini memang sering digunakan oleh para pendemo untuk menyampaikan aspirasi mereka ke “istana”. Inilah yang mendasari ide untuk membangun Taman Pandang Istana. Awalnya, nama taman tersebut adalah Taman Aspirasi. Namun, karena dirasa terlalu khusus untuk menyampaikan “aspirasi”, diubahlah menjadi Taman Pandang Istana karena lokasinya yang dapat memandangi istana. Dengan nama tersebut diharapkan tak hanya pendemo yang dapat menggunakan tempat tersebut tetapi juga untuk wisata, komunitas dan beragam kegiatan kreatif.

Oh ya, menariknya lagi adalah ide Pemprov DKI tersebut disalurkan dengan cara mengajak masyarakat untuk berkolaborasi membangun Taman Pandang. Beberapa di antaranya adalah CARAS (sebuah organisasi yang bergerak di bidang seni), menggandeng Yasser Rizky (seniman grafis) dan Holcim Indonesia. Holcim sendiri berkontribusi dalam hal kebutuhan material yang tertanam pada bangunan-bangunan taman tersebut. Diharapkan taman pun lebih awet karena secara keseluruhan material yang digunakan dapat mengontrol limpasan air hujan dan polusi. Keren!

🙂

Kalian bisa lihat beberapa spot menarik Taman Pandang Istana di akun Instagram-ku @cuaphelda. Beberapa preview aku kasih di bawah ini.

Aksi Kolaboratif yang Indah!

Seperti yang udah aku singgung sebelumnya, Taman Pandang Istana dibangun sebagai wadah aspirasi masyarakat DKI. Demo tak hanya dalam bentuk teriakan secara verbal, kan? Sabtu lalu masyarakat DKI dan bahkan ada yang dari luar kota ikut meramaikan acara launching Taman Pandang Istana dengan aksi kolaboratif nan indah!

Beberapa komunitas dan kegiatan sebagai percontohan untuk ke depannya memberikan penampilan terbaik: Ada Kaligrafina, Rajut Kejut, Sketch Walker, Ruru Radio, Tutugraff dan Sorak Suar, dimeriahkan oleh Animel Pop Dance dan ada AriReda. Bahkan, anak-anak pun dilibatkan sebagai bagian dari acara ini. Ada yang tampil sebagai grup choir dan oh ya lampion-lampion yang terpasang di taman dilukis oleh adik-adik manis yang masih duduk di bangku SD.

A photo posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

A photo posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

A photo posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

A photo posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

Yang paling aku suka adalah ketika Ari&Reda tampil. Uhhh~~~ Aku telat banget untuk kenal mereka. Duo ini menyanyikan puisi-puisi karya penyair terkenal, seperti Sapardi dan lainnya. Duhhh, malam terasa syahdu di Taman Pandang Istana. Kakiku beranjak sangat berat ketika tiba waktunya pulang. *halah*

Anyway, di acara launching kemarin itu, Pak Ahok bilang kalau tak hanya Taman Pandang Istana saja yang dibangun. Bakal ada taman-taman dan ruang terbuka lainnya yang akan dibuka, khususnya di kawasan yang sering terjadi demonstrasi. Sssttt, di Monas juga bakal dibangun toilet ber-AC. Ah, syukurlah!

😀

Kalau kalian ke Jakarta, ataupun orang Jakarta, mampirlah ke Taman Pandang Istana untuk memandang-mandang. Memandang istana, memandang Monas, memandangi jalan atau memandang masa depan. #eh

Kamu mungkin suka tulisan ini!

6 Comments

  1. Tsaah! Suka banget quotes terakhirnya: “memandangi Masa Depan” hahaha! Btw semoga secepatnya yah toilet ber-Acnya. Males ciyn! kalo toilet mobil. Kurang oke hehehe. mamaci infonya helda:)

    ps: nyesel ga nonton AriReda 🙁

    Salam kenal,
    Ifa

Leave a Reply