Teruntuk Kamu yang Merasa Sedih Terus-menerus

“Bisa bangun pagi saja aku sudah merasa sangat bersyukur karena itu tandanya aku masih bernafas.”

Terlalu lebay? Mungkin iya, saat nanti aku sudah merasa “baikan”, mungkin aku akan takjub membaca posting ini. Saat itu aku takjub bagaimana bisa aku menuliskan artikel yang lebih banyak curhatnya ini. Tapi, sekarang, aku merasa benar-benar perlu menuliskannya. Ini semacam terapi agar dalam waktu dekat aku akan merasa lebih baik dan bertindak lebih baik. Tulisan ini juga aku persembahkan juga buat kamu yang merasa sedih terus-menerus, ntah apapun alasannya. Atau, kamu merasa tak ada alasan yang bikin kamu menangis? Sama.

Eh tapi, tidak juga. Aku cuma mau bilang, sebenarnya kita tak sedih tanpa sebab, kok. Pasti ada. Bisa masa lalu yang tanpa kita sadari jadi semacam beban ataukah beban itu berlanjut hingga sekarang. Atau, kita (mungkin) mengidap penyakit mental tertentu.

…tapi sayangnya, ketika aku coba ceritakan kepada orang lain apa yang aku rasakan, beberapa ucapan berikut malah tercetus: “Ah, itu mungkin perasaanmu saja” dan “Mungkin kamu lagi capek”. Bahkan, ada yang menertawakan.

🙁

Continue Reading