Kehilangan Ibu dan Ayah, 5 Hal yang Bikin Kita Tak Hilang Harapan

Kehilangan ibu dan ayah – apalagi harus keduanya seperti itu – pasti jadi kehilangan paling mendalam. Apalagi kalau harus kehilangan di saat kita tidak siap! Mereka itu adalah ‘sandaran hidup’ banget, jadi kalau sampai tiada – di saat kita belum siap – nggak heranlah kita akan seperti hilang harapan. Siapa yang akan jaga aku? Siapa yang akan biayai hidupku? Aku masih bisa makan, ngga, besok? Siapa yang akan dengar keluh-kesahku? Sejuta pertanyaan soal kepastian hidup kita pun ikut tercetus.

…dan ketika aku harus ngalamin kehilangan ibu, hidupku langsung HAMPA. Waktu itu aku ngerasa aneh banget ketika sampai di rumah lagi. Saat bangun pagi, rumah kerasa beda banget. Kehilangan itu nggak hanya sampai di situ saja. Beberapa waktu kemudian, ayah (aku memanggilnya “bapak”) berada ntah dimana. Hilang harapan? Tentu saja! Aku pernah merasakannya. Bahkan, sampai sekarang… Aku bahkan sempat dan sampai sekarang merasa sedih terus-menerus. Seperti yang aku sempat utarakan di tulisanku sebelumnya, hidup ini terasa seperti tak adil dan memang seperti itu kenyataannya.

Larut dalam rasa kehilangan dan putus harapan nyatanya nggak ngasi solusi apa-apa. Apalagi kalau harus sampai ikutan mati juga demi nggak merasakan sakitnya hidup di dunia ini. Tapi, jujur, aku takut mati. Saat-saat kehilangan nyawa itu sepertinya lebih menyakitkan daripada beban hidupku.

So, aku memilih buat tetep bertahan hidup!

Continue Reading

Teruntuk Kamu yang Merasa Sedih Terus-menerus

“Bisa bangun pagi saja aku sudah merasa sangat bersyukur karena itu tandanya aku masih bernafas.”

Terlalu lebay? Mungkin iya, saat nanti aku sudah merasa “baikan”, mungkin aku akan takjub membaca posting ini. Saat itu aku takjub bagaimana bisa aku menuliskan artikel yang lebih banyak curhatnya ini. Tapi, sekarang, aku merasa benar-benar perlu menuliskannya. Ini semacam terapi agar dalam waktu dekat aku akan merasa lebih baik dan bertindak lebih baik. Tulisan ini juga aku persembahkan juga buat kamu yang merasa sedih terus-menerus, ntah apapun alasannya. Atau, kamu merasa tak ada alasan yang bikin kamu menangis? Sama.

Eh tapi, tidak juga. Aku cuma mau bilang, sebenarnya kita tak sedih tanpa sebab, kok. Pasti ada. Bisa masa lalu yang tanpa kita sadari jadi semacam beban ataukah beban itu berlanjut hingga sekarang. Atau, kita (mungkin) mengidap penyakit mental tertentu.

…tapi sayangnya, ketika aku coba ceritakan kepada orang lain apa yang aku rasakan, beberapa ucapan berikut malah tercetus: “Ah, itu mungkin perasaanmu saja” dan “Mungkin kamu lagi capek”. Bahkan, ada yang menertawakan.

🙁

Continue Reading