Beginilah Rasanya Hidup Sendiri…

Ketika tak ada uang, seakan tanpa harapan.

Saat berlimpah uang malah seperti tak ada tujuan.

Dulu waktu kecil dan masih tinggal di rumah orangtua, tak sedikit dari kita membayangkan betapa serunya apabila nanti hidup sendiri di kos, asrama ataupun di rumah lain ataupun di kota lain yang dekat ataupun jauh. Intinya, tak serumah lagi dengan orangtua. Kita membayangkan diri yang begitu bebas, bisa menentukan sendiri apa yang akan dimakan hari ini, kemana dan jam berapa pulang. Yang paling seru adalah mengatur uang dan deg-degan menunggu kiriman uang ortu (apabila sedang menempuh pendidikan). Atau, bagi yang sudah bekerja – waktunya mengirimkan sesuatu pada ortu.

Menantang? Tentu saja.

Seru? Iya banget.

Indah? Ternyata tak seindah dalam bayangan.

Continue Reading

Tak Perlu ‘Ngoyo’ Cari Cara Menjadi Juara Kelas

Ceritanya tiba-tiba aku tertarik bahas ini karena lihat posting temennya temen di Facebook. Bisa dilihat di gambar lampiran atau link di artikel ini, ya. Aku nggak pernah lihat langsung sih gimana sekolah di luar negeri sana, tapi ada satu episode di Hey Arnold! bikin aku iri.

https://www.facebook.com/agungyudhiku/posts/10207125890737346

Aku nggak inget judul episodenya. Di episode itu, Arnold, Helga dan teman-teman sekelasnya diberi tugas untuk semacam cari tahu passion mereka apa. Jadi, mereka harus ‘terjun’ mencoba profesi – aku lupa – apakah waktu itu mencoba profesi ortunya atau apa yang mereka suka. Tapi intinya mereka harus belajar bekerja.

Aku dulu zaman sekolahan hampir selalu masuk dalam 10 atau 3 besar. Tapi nggak pernah jadi juara 1. Pas mau nerima rapor, ada kok temen-temen yang ngejagoin aku bakal jadi juara 1. But, I never got it! Serius tapi aku nggak ngoyo buat jadi juara. Kenapa?

Continue Reading

Mudah dan Murah, Tapi Bingung Cara Membeli Reksadana?

Mudah dan murah – katanya. KATANYA lho, ya. Mari kita buktikan. Aku cukup interest dengan salah satu jenis investasi satu ini. Sudah lama. Karena berkecimpung di dunia penulisan sebagai ghost-writer, aku pernah beberapa kali harus menulis topik mengenai reksadana. Apalagi sejak kerja di salah satu financial technology start-up bikin aku mau tak mau harus belajar soal produk perbankan, investasi, bisnis dan sebagainya. Padahal dulunya aku nggak suka banget topik-topik ini. Haha.

Tapi memang benar, setelah aku simpulkan dari hasil riset sendiri – reksadana memang mudah dan murah. Instrumen investasi satu ini pun jadi rekomendasi terbaik bagi kita para pemula di dunia investasi.

Kenapa Harus Investasi?

“Kenapa sih harus investasi, Hel? Kan bisa menabung aja? “

Continue Reading

Tuntutan Hidup: Jalan Menuju Sukses

“…tuntutan hidup!”

Itu satu frase yang aku ingat dari seorang sahabat. Ketika itu dia ditanya soal mengapa dia jago masak.

Kelihatan sepele? Jago masak ‘hanya’ karena tuntutan hidup. Lho apa hubungannya? Menurutku malah nggak sepele sama sekali. Sahabat aku itu bilang juga dia bisa masak karena tuntutan hidup. Dia juga bilang, mungkin kalau ngga kehilangan Papanya, dia nggak akan bisa masak seperti sekarang.

Yap!

Actually, she is one of the strongest person that I’ve ever seen. Nggak cuman jago masak, dia juga giat bekerja. Dia kehilangan ayahnya di usia cukup muda – karena meninggal. Sontak kehidupan berubah. Tapi, semuanya berbuah manis pada waktunya.

Continue Reading

Calon Masa Depan, atau Calon Masa Lalu?

Kadang kita terlalu berani – dengan mempertaruhkan masa lalu dan terlalu percaya diri terhadap masa depan. Ya, lebih tepatnya calon masa depan. Halah. Sementara dengan masa lalu, kamu masih belum berani untuk benar-benar menjadikannya masa lalu sehingga masih ada label “calon” juga untuk masa lalumu – CALON MASA LALU.

Calon Masa Lalu:

  1. Pengalaman masa lalu yang menyakitkan menjadi salah satu alasan kamu move on darinya. Semua manusia memang tidak sempurna tetapi pertanyaannya: Apakah bisa benar-benar berubah? Tetapi kemungkinan besar apa yang sudah menjadi tabiat seseorang sulit untuk dilepaskan. Bukan bermaksud untuk menyalahkannya namun kamu harus bertanya pada diri sendiri: Apa aku bisa menyeimbangkan sifatnya dan menerimanya?
  2. Terlebih ketika kamu menyadari kamu yang terlalu berjuang untuk (calon) masa lalumu itu… Ya sudahlah. Sepertinya tepat kalau kamu harus meninggalkannya. Namun bagaimana kalau dia terus-menerus berjuang untuk mendapatkan simpatimu lagi? Hmm, semoga saja begitu.
  3. Jangan pernah memaksakan untuk tidak menyukainya lagi ataupun untuk benar-benar menyukainya lagi. Apapun yang namanya TERLALU hanya bisa kamu nyesek dan nyesel juga kesel.
Continue Reading