Terlahir dari Keluarga Broken Home, Jangan Jadikan Alasan!

“Menyelam jadi atraksi yang jauh lebih baik daripada hanya menenggelamkan diri dalam air”

Lebih dari setahun lalu, aku menulis  curahan hati anak broken home. Tulisan itu aku buat karena tiba-tiba saja kala itu aku cukup galau. Tiba-tiba ingat masa-masa dulu dan aku merasa benar-benar sendiri. Apakah seorang Helda pernah terjerumus di salah satu tindakan yang disebutkan di tulisan tersebut?  Aku akui: PERNAH. Memang tak semuanya. Bersyukurlah aku bisa selamat!

🙂

Itu karena aku sadar bahwa tak semua orang akan memaklumi kita yang jadi anak broken home. Tak semua mengerti. Hidup ini tak selalu berjalan mulus, Sayang! Sama seperti kita yang tak dinyana terlahir di keluarga broken home. Siapa sebenernya yang ingin lahir di keluarga yang berantakan? Tak jarang kita malah dinyinyirin oleh orang lain bahkan digosipkan begini dan begitu. Seolah-olah anak broken home itu nggak layak dapet yang terbaik. Ketika kita berbuat baik, ada yang merasa bahwa kita nggak pantes. Tapi, ketika kita jatuh – orang-orang seolah mengucapkan “namanya juga anak broken home, pantaslah…”.

Continue Reading