Nyobain Ichitan Yen Yen di Bebek Bengil Jakarta

Ichitan Yen Yen, sebetulnya, aku sendiri baru pertama kali ini dengar nama minuman kemasan ready-to-drink ituh. Kudet banget, ya? Padahal produk ini udah ada sejak tahun 2015 lalu. Nah, minggu lalu, 2 Februari 2017, aku dapet kesempatan untuk hadir di acara launching varian rasa baru Ichitan Yen Yen di Restoran Bebek Bengil Jakarta. Sengaja banget tim Ichitan pilih resto ini karena di sana signature-nya bebek goreng dilumurin sambel matah nan pedes! Klop!

Kenapa klop?

Buat kamu yang sama ama aku yang emang baru pertama kali tahu minuman kemasan Ichitan Yen Yen – aku kasih penjelasan dikit, ya, soal minuman ini.

Liat dulu, gih, iklan berikut biar agak-agak dapet gambaran.

Continue Reading

Asyiknya Punya Sepeda Fixie di Perkotaan

Jual sepeda Bukalapak saat ini mulai dilirik untuk dijadikan alat transportasi pribadi di perkotaan. Tak terlalu butuh perawatan juga tak butuh bahan bakar, membuatnya menjadi alternatif kendaraan yang hemat sekaligus ramah lingkungan. Sekarang ini, harga bahan bakar yang melambung serta isu polusi udara makin santer terdengar, membuat sebagian warga kota yang sadar lingkungan mulai berinisiatif mengganti kendaraan berbahan bakar fosil mereka dengan kendaraan genjot. Dengan sistem genjot, yang keluar hanya keringat. Tak ada emisi sama dengan tak ada polusi yang menguar. Dengan menggenjot pula, mereka sudah berkontribusi mengurangi polusi.

Macet di perkotaan, tidak bisa dihindari. Yang ada hanya bagaimana mengakali situasi tersebut. Caranya bisa dengan simpan motor atau mobil kamu di garasi dan carilah Fixie. Nama itu merujuk pada kendaraan genjot dengan body ringan dan frame minimalis. Lalu apa hubungannya Fixie dengan kemacetan? Tentu kamu akan merasa stress saat terjebak macet bersama motor atau mobil kamu, dan ingin segera melaju ke tempat tujuan tepat waktu. Nah, jika kamu memakai Fixie, paling tidak kamu bisa bergerak di sela-sela kerumunan kendaraan yang lain. Asyiknya mempunyai Fixie tak hanya itu saja;

Continue Reading

‘Cuci Mata’ di IDDC Kemendag Jakarta

Mungkin dulu-dulu pameran seni masih terasa asing. Jarang juga sih ada. Plus, biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang memfasilitasi tempat seperti itu. Tapi, kini beda ceritanya!

Negeri kita sudah punya satu ruang kolaborasi yang memfasilitasi para desainer dan insan kreatif Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka. Tapi, bedanya lagi… Ini bukan sekadar pameran kesenian tetapi ditampilkan agar berdaya guna. Maksudnya? Ruang yang disediakan ini untuk menampilkan produk-produk layak ekspor dan bernilai usaha.

Continue Reading

Menulis, Fashion, Kopi Sebagai Gaya Hidup

Sebelum begitu aktif menulis, aku tak begitu suka dengan kopi. Terlalu pahit. Namun, ternyata, beberapa tahun belakangan ini aku malah harus minum kopi setiap hari. Kopi hitam tanpa gula! *karena ternyata hidup ini semakin pahit, halah*

Sejak tinggal di Jakarta, kebiasaanku minum kopi pun semakin bergeser. Yap! Kopi sebagai gaya hidup. Tak lagi menikmati kopi sachet-an yang dijual di warung. Tapi, beli biji kopi di “kedai kopi”. Kadang kala, duduk manis menulis di meja yang disediakan oleh “kedai kopi” tersebut, menikmati WiFi gratis sembari menyeruput kopi buatan mereka – yang tak disangkal cukup kuat bikin aku melek. Belum lagi, klien lebih sering mengajak bertemu di sana.

*hedon sekaleh*

Pernah terpikir tidak, ketika kamu di “kedai kopi” seperti itu – ada satu penampakan yang akan menjadi hal lumrah bagi kita semua. Apa itu? Pakaian pengunjung di sana yang modis-modis.

Continue Reading

Jak-Japan Matsuri, Festival Nostalgia Jepang

Sejujurnya *halah pake kata “sejujurnya”*, ini adalah kali pertama kali aku ikut nimbrung di gelaran tiap tahun Jak-Japan Matsuri. Ntah mungkin tahun-tahun kemarin aku memang cukup sibuk atau bagaimana. Huhu. Yang pasti, aku seneng banget ikut festival persahabatan antara Jepang dan Jakarta ini!

Jakarta-Japan Matsuri atau disebut juga sebagai Jakarta-Japan Festival. “Matsuri” dalam Bahasa Indonesia artinya “festival”. Tahun 2016 ini merupakan tahun ke-8 diselenggarakannya acara ini. Bertema “Indonesia and Japan Always Together”, di festival yang diselenggarakan tempo hari yaitu 3 dan 4 September 2016 tampak mendukung slogan tersebut. Secara umum, tak hanya menampakkan budaya Jepang saja tetapi juga terdapat pameran budaya Indonesia dan bahkan penggabungannya. Salah satunya terdengar alunan lagu dengan Bahasa Jepang namun dengan unsur dangdut. Maafkeun aku kemaren sudah kelelahan untuk kembali ke depan panggung sehingga tak sempat merekamnya.

🙁

Continue Reading