Maaf! Depresi dan Bunuh Diri Bukan Mental Instan

Jujur saja dulu aku pun pernah berpikir “ah, elah, ngapain sih harus sampai bunuh diri”. Di lain waktu bahkan pernah bilang “kenapa ga sekalian aja cari cara bunuh diri yang langsung bikin mati” saat ada berita mengenai gagal bunuh diri.

Tapi, sekarang, aku sadar bahwa hingga capai proses pemikiran bunuh diri itu kompleks. Salah satu alasannya adalah aku ternyata harus berada di situasi tersebut. Situasi yang bikin aku ingin mati saja. Di tulisan mengenai “broken home”, aku bilang jangan sakiti diri sendiri dengan sayatan namun malah aku menyakiti diriku sendiri. Tenang! Saat aku menulis ini sekarang, setidaknya sekarang, aku sudah baik-baik saja, kok.

🙂

Continue Reading

Teruntuk Kamu yang Merasa Sedih Terus-menerus

“Bisa bangun pagi saja aku sudah merasa sangat bersyukur karena itu tandanya aku masih bernafas.”

Terlalu lebay? Mungkin iya, saat nanti aku sudah merasa “baikan”, mungkin aku akan takjub membaca posting ini. Saat itu aku takjub bagaimana bisa aku menuliskan artikel yang lebih banyak curhatnya ini. Tapi, sekarang, aku merasa benar-benar perlu menuliskannya. Ini semacam terapi agar dalam waktu dekat aku akan merasa lebih baik dan bertindak lebih baik. Tulisan ini juga aku persembahkan juga buat kamu yang merasa sedih terus-menerus, ntah apapun alasannya. Atau, kamu merasa tak ada alasan yang bikin kamu menangis? Sama.

Eh tapi, tidak juga. Aku cuma mau bilang, sebenarnya kita tak sedih tanpa sebab, kok. Pasti ada. Bisa masa lalu yang tanpa kita sadari jadi semacam beban ataukah beban itu berlanjut hingga sekarang. Atau, kita (mungkin) mengidap penyakit mental tertentu.

…tapi sayangnya, ketika aku coba ceritakan kepada orang lain apa yang aku rasakan, beberapa ucapan berikut malah tercetus: “Ah, itu mungkin perasaanmu saja” dan “Mungkin kamu lagi capek”. Bahkan, ada yang menertawakan.

🙁

Continue Reading

Saat Dimana Perasaan Hati Tak Menentu

Bahkan, sulit bagiku untuk bangun pagi.

Bukan karena tidak bisa melainkan karena tidak mampu.

Ada satu ‘penyakit’ yang tiba-tiba menyerang aku kalau sedang dalam fase galau. Sebut saja ‘galau’. Susah untuk bangun pagi, kadang bahkan terlalu banyak tidur. Bahkan, serasa tanpa harapan kalau tak ada hari esok lagi.

🙂

Pada beberapa posting lalu tentang pekerjaan Content Writer, aku janji akan menuliskan lanjutannya. Namun, kenyataan tak berpihak padaku. Pikiranku stuck, sama halnya saat sekarang aku sedang ingin menumpahkan apa yang aku rasakan. Bahkan untuk menuliskan artikel ini, aku harus mengernyitkan kening berkali-kali untuk melawan perasaan hati tak menentu itu. Agar bisa menulis.

Continue Reading