Steak Maranggi Fest: Sisi Baru Kota Purwakarta

“Loe mau ke Purwakarta?”

“Iya. Ada festival kuliner gitu di sana.”

“Di sana itu terkenalnya Sate Maranggi. Bawain, ya! Hmm.. Tapi takutnya basi. Yaudah, bawain opak aja, Hel. Di sana yang terkenal opak, tipis-tipis gitu. Bawain, ya.”

Itu penggalan chatting beberapa hari lalu sebelum aku berangkat ke Purwakarta. Wah, bahkan teman aku satu itu lebih tahu tentang Purwakarta daripada aku. Di situ aku merasa senang sekaligus sedih karena aku hanya tahu sedikit tentang kota ini!

***

Hari Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 5 Desember 2015, aku berkesempatan untuk ikutan pagelaran Steak Maranggi Festival di Purwakarta. Yap! Salah satu kabupaten di Jawa Barat ini punya banyak cerita unik. Kota yang dikenal sebagai Kota Pensiun ini, sekarang telah berubah jadi Kota Budaya. Sepertinya nggak cukup satu posting aja untuk ngobrolin Purwakarta.

Makan Siang Bersama Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi
Makan Siang Bersama Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Pemkab Purwakarta

Awal sampai di Purwakarta, aku dan temen-temen blogger ketemu Bupati, Pak Dedi Mulyadi, terlebih dahulu di Pemkab Purwakarta. Anyway, kamu bisa ikuti kicauan Beliau via Twitter @DediMulyadi71 ya. Sembari makan siang, kita ngobrol dengan Pak Bupati. Aku dapat banyak insight baru tentang Purwakarta. Pernah baca juga kalau Purwakarta memang banyak perubahan dan terobosan baru.

🙂

Tahukah kamu kalau daging yang digunakan nanti di Festival Steak Maranggi adalah daging dari peternakan anak-anak sekolah? Memang masih dibantu juga oleh peternakan lain. Iya, yang ikut festival ini adalah sekolah-sekolah dari kabupaten Purwakarta. Ada yang SMP, SMA dan SMK. Pak Bupati menyampaikan bahwa anak-anak sekolah di Purwakarta diajarkan untuk berwirausaha, nah salah satunya adalah jadi peternak. Keren!

Beliau benar-benar merangkul anak-anak muda yang ada di Purwakarta. Terbukti, tak hanya berfokus pada budaya dan sejarah masa lalu, Kota Purwakarta juga benar-benar kekinian. Salah satunya adalah dengan adanya Museum Digital – Museum Diorama Bale Panyawangan. Teknologi yang digunakan keren-keren dan update banget. Sebut saja foto box, game keliling Purwakarta dengan sepeda secara digital dan ada juga bioskop mini dan lainnya. Senang banget siang sebelum ke festival kita bisa ke sana.

#SteakMaranggiFest Bahkan Jadi Trending Topic

Kenapa gelaran acara ini disebut sebagai “Steak Maranggi Fest”? Padahal di sana terkenalnya Sate Maranggi. Pak Bupati bilang supaya mendunia. Iya, supaya ada yang baru. Kalau sate kan sudah biasa, di Indonesia ada banyak sate. Nah, Purwakarta ingin bikin terobosan baru dan semoga bisa mendunia pula.

Peserta Steak Maranggi Festival Salah satu sekolah peserta Steak Maranggi Festival Steak Maranggi Festival

Steak Maranggi sendiri sebenarnya punya rasa Sate Maranggi yang ‘hanya’ berubah wujud menjadi Steak. Steak tersebut tetap pakai bumbu khas Maranggi. Diharapkan ke depannya, Steak Maranggi akan jadi ikon kuliner Purwakarta.

Steak Maranggi Festival diadakan di Jalan Singawinata dari jam 19:00 sampai dengan 21:00. Ada lomba masak yang diikuti sekitar 75 peserta dari SMP dan SMA/K di Purwakarta. Waktu itu jurinya adalah Chef Aiko. Chef Aiko sebelum pengumuman pemenang banyak memberikan saran kepada anak-anak sekolah tersebut mengenai cara memasak steak dan penyajiannya. Aku juga jadi dapet ilmu deh. Hehe.

Meski berlabel ‘mendunia’ melalui menu yang diangkat yakni Steak, Festival Steak Maranggi ini dibalut dengan kearifan lokal. Gimana nggak, pembukaan acara disambut oleh tari-tarian tradisional. Alat-alat musik yang digunakan tentu saja tradisional, berikut juga dengan pakaian-pakaiannya. Sayang memang, malam hari kemarin hujan gerimis. Tapi, salut, bahkan para pengunjung umum tetap antusias mengikuti acara festival. Para penari juga tetap menyelesaikan tugasnya. Apalagi ketika menarikan goyang Sate Maranggi, hujan rintiknya cukup gede.

A video posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

O iya, ada Ibu Bupati, Anne Ratna Mustika turut hadir membuka acara dan ikut serta keliling stand para peserta lho! Aku juga ikutan keliling stand-stand adik-adik manis itu, hihihi. Wah, tampilan-tampilan steak-nya macem-macem. Selain stand dari peserta, ada juga stand-stand menarik lainnya seperti stand kaos khas Purwakarta dan ada booth yang diberi nama Kopi Jujur! Iya, seduh kopi sendiri dan bayar sendiri.

Booth Kopi Jujur di Steak Maranggi Festival
Booth Kopi Jujur di Steak Maranggi Festival

Wah, keren emang festival ini. Sempat jadi trending topic juga di Twitter dengan tagar #SteakMaranggiFest. Sampai jumpa tahun depan!

😉

Kamu mungkin suka tulisan ini!

Leave a Reply