Roh Memang Penurut, Tetapi Daging Lemah

Manusia memang lemah, kecenderungannya berdosa.. Meskipun punya hati paling mulia sekalipun.

Setiap kali aku lihat para pedagang ‘kecil’ di jalanan, para pemulung, anak-anak kecil yang berjuang di jalanan dengan menjual tissue, atau teman-teman sebayaku yang bekerja ‘biasa-biasa’ saja.. Aku merasa tidak bersyukur. Lebih tepatnya tidak sadar diri.

Bukan, aku bukan sedang ingin ‘mengecilkan’ posisi orang-orang yang aku lihat tersebut. Sejujurnya aku sungguh salut. Di dunia yang pandangan orang-orang menganggap rendah pekerjaan yang tampaknya tidak bergengsi, jujur saja juga bahwa kadang pemikiran tersebut juga bisa sekelibat merasuk ke pikiranku. Aku sering berpikir kalau aku tidak ‘seberuntung’ sekarang, mungkin sulit bagiku bertahan hidup. Walau memang mungkin saja tidak seperti itu. Kadang diri kita menyesuaikan bagaimana keadaan kita. Kita terlahir untuk bertahan hidup dan struggle to live! Aku benci bilang diriku ‘beruntung’ namun begitu pula adanya.

🙂

Roh Memang Penurut Tetapi Daging Lemah

Lahir dari keluarga yang bisa dibilang kurang bahagia. Mama sudah tidak ada. Bapak pergi ntah kemana. Tidak bisa kuliah. Anak ‘pintar’ di sekolah tetapi ternyata ‘hanya’ bisa jadi seorang penjaga warnet. Meskipun kata ‘hanya’ itu sebenarnya anugerah juga karena dari situ bisa kenal dengan dunia Internet yang banyak ‘melahirkan kembali’ seseorang jadi lebih baik, jauh lebih baik, jauh lebih enak.

Maybe, God and people around me were much too kind for me. He gave me more and more chance. Till now.

Tapi Sekarang Aku Ingin Berbagi Daftar Dosa

  • Ingin kerja tapi memilih tertidur

Aku ingin sekali bekerja dengan totalitas. Kerja fulltime dan mengerjakan job freelance. Sesungguh-sungguhnya, ada banyak job berdatangan tetapi apa daya seseorang yang bernama Helda itu kurang bisa meng-handle. Aku minta maaf ya.

Sesungguh-sungguhnya aku ingin mengerjakannya tetapi sering kali apa daya konsentrasi sering kali buyar. Badanku pun mengajak untuk tertidur, tidur dan tidur. Ingin sekali bahkan tidak bangun lagi.

  • Ingin berhemat tetapi malah impulsif

Sikap impulsif ini bukan hanya waktu ada uang, ketika tidak uang menipis pun, kadang tidak berpikir ke depan. Impulsif. Selama uang ada di tangan, apa saja ingin dibeli.

Ingin konsisten dengan jadwal tetapi ‘bosenan’.

Ingin selalu punya pikiran baik tetapi ternyata pikiran buruk tak jarang merasuk sukma.

Semacam punya kepribadian lain pula.

Iya, roh memang penurut tetapi daging lemah..

Aku tidak ingin seperti itu tetapi sering kali tubuh jasmani ini ternyata jauh lebih kuat. Ingin kuperbaiki. Semoga saja. Ada kesempatan. Lagi.

 

Kamu mungkin suka tulisan ini!

Leave a Reply