SEO Content Writer, Pekerjaan ‘Remeh’ yang Mulai Dilirik Perusahaan

Aku masih inget banget dulu di tahun 2012 dan beberapa tahun ke depannya, aku dikontak sama beberapa perusahaan ‘besar’ tapi hanya outsource aja.  Lewat PenulisMaya.com dan beberapa lapak di forum-forum Internet Marketing, aku jualan jasa penulisan artikel berbasis SEO untuk web. Kala itu *tsah bahasanya*, aku nggak pernah kepikiran bahwa posisi penulis SEO ini bakal bener-bener dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan itu – sebagai pekerja penuh waktu.

🙂

Dunia digital terus bergerak maju. Cukup banyak profesi yang awalnya nggak terpikirkan dulu-dulunya malah di-hire sama perusahaan-perusahaan ini, mulai dari yang masih start-up hingga perusahaan besar. Contohnya, SEO Specialist, Social Media Strategist, Content Writer untuk web dan sebagainya. Nah, kali ini, aku mau bahas pekerjaan yang sebenarnya cukup lama sudah ada tetapi baru beberapa waktu terakhir ini tidak dianggap ‘remeh’ lagi.

Yap! SEO Content Writer.

 

A photo posted by Helda Sihombing (@cuaphelda) on

 

Apa sih Bedanya SEO Content Writer, Content Writer dan Copywriter?

Mungkin kalian cukup bingung, sebenarnya apa sih bedanya Content Writer, Copy Writer dan oh itu lagi apa itu SEO Content Writer. Aku jelasin secara sederhana aja, ya.

Copywriter, kalau aku bilang sih, berada di strata paling tinggi. Hehe. Aku belum sanggup untuk nerima posisi itu, meski udah belajar dikit-dikit. Sesuai dengan namanya, copywriter butuh lebih banyak kopi. *kidding* Copywriter adalah seorang penulis yang bisa menulis copy, dimana dia bukan hanya sekadar menuliskan informasi tetapi juga diharapkan sangat bisa ‘menjual’. Profesinya ini biasanya banyak dibutuhkan di dunia advertising offline maupun online. Bisa pula untuk perusahaan digital atau konvensional. Sementara itu, Content Writer biasanya ‘hanya’ menuliskan informasi dan biasanya bertugas untuk mengisi web – biasanya web utama perusahaan.

Nah, lalu Content Writer untuk SEO tugasnya apa? Posisi ini jauh lebih spesifik lagi. Mereka bisa dibilang ‘orang di balik layar’. Memang kadang menulis untuk web utama, tapi biasanya lebih ke product description dan kadang lebih ke artikel yang bertujuan untuk mendongkrak web di mesin pencari. Yaiyalah! Namanya juga SEO. Plus, mereka pada umumnya bertugas untuk mengisi konten web dummy (semacam private blogs yang ditujukan untuk mendongkrak web utama), artikel content placement dan artikel-artikel lainnya yang berbasis SEO. Oh ya, Content Writer untuk SEO biasanya masuk ke divisi SEO / SEO Department, bukan tim Content.

Meski demikian, ketiga profesi ini diharapkan tetap bisa menghasilkan tulisan yang memiliki nilai engagement dan kalau bisa viral. Khusus untuk copywriter, itu diwajibkan. Kalau untuk Content Writer diharapkan. Sementara untuk SEO Content Writer tidak harus (tapi bukan berarti bisa nulis asal-asalan juga, loh, ya).

Sudah sedikit paham, ya? Kalau kalian punya definisi yang lebih detail bisa komentar di kolom bawah.

😉

Bagaimana Caranya Jadi SEO Content Writer? Mudah, Nggak?

pekerjaan content writer
Jadi blogger dulu! 😉

Mungkin terlihat mudah dan sesuai kalimat di judul artikel ini, kelihatannya pekerjaan remeh. Padahal, tak selalu begitu. Mudah tapi nggak sembarangan juga.

  1. Kemampuan Menulis

Namanya juga pekerjaan sebagai “penulis”, ntah itu menulis copy ataupun content – tetap harus bisa menulis, kan? Perlu dicamkan juga, tak semua orang mampu menulis meski menulis yang mudah-mudah sekalipun. Termasuk SEO Content Writer, mereka harus punya passion dalam menulis. Tapi, jangan tanya aku gimana caranya bisa menulis, yah! Itu cukup sulit dijelaskan. Hahaha. (Atau, ntar deh kapan-kapan aku nulis gimana caranya jadi penulis). Menulis ituh perpaduan antara bakat, hobi membaca dan rajin menulis. Iya, menulis!

😀

  1. Basic yang harus dipahami

Apapun background kamu, selama bisa menulis, kamu bisa jadi penulis – especially content writer apalagi SEO Content Writer. Nggak harus kuliah juga. Setidaknya ini basic yang harus kamu pahami kalau mau jadi SEO Content Writer:

  • Passion dalam menulis.
  • Suka Internet dan tahu banyak tentang perkembangan dunia digital.
  • Belajar SEO dasar, khususnya penulisan berbasis SEO.

SEO dasar nggak harus ribet, kok. Aku sendiri dua-tiga tahun terakhir ini nggak ngerti lagi soal SEO. Aku bener-bener cuma tahu dasar-dasar SEO, seperti keyword research, tata aturan menempatkan keyword di artikel (tiap orang bahkan berbeda-beda soal aturan ini) dan sedikit tahu soal social bookmarking dan link building. Dua hal terakhir aku sama sekali nggak terjun lagi dan blas nggak ngerti teknisnya.

  1. Networking

Yang namanya kerja di dunia digital pastinya kita diharapkan punya networking yang luas, ya. Yaelah, dunia digital kan nggak lagi terbatas ruang dan waktu. Untuk bisa memulai bekerja di bidang SEO Content Writing, kamu pun diharapkan bisa ber-networking. Bisa memperkenalkan diri kamu ke publik, baik itu bekerja mandiri ataupun nantinya dilirik oleh perusahaan.

Seorang SEO Content Writer memang bekerja di ‘balik layar’ tetapi bukan berarti sama sekali anonim di Internet. Gimana mau dapat pekerjaan kalau nggak menancapkan identitas di Internet, coba? Mulailah dari punya blog sendiri. Iyak! Jadi seorang blogger. Kelola konten untuk dirimu sendiri dulu. Ini penting karena orang akan percaya setelah lihat tulisan kamu. Blog bisa jadi portofolio. Lalu, kamu bisa jual jasa di forum-forum, media sosial atau website sendiri – kalau kamu ingin jadi freelancer. Perbanyak portofolio kamu. Kamu percaya diri dengan kemampuan kamu sekarang? Apply sekarang juga di perusahaan yang menawarkan posisi ini.

…dan tak lupa update LinkedIn kamu.

Untuk sekarang memang perusahaan tak begitu sering menampilkan lowongan Content Writer untuk SEO, makanya aku bilang update-lah LinkedIn. Plus networking tadi.

Next articles aku bakal bahas pengalamanku masuk ke start-up dimana aku sekarang bekerja dan bulan ini bakal pindah ke perusahaan yang lebih besar. Tanpa ijazah kuliah. Plus, artikel lainnya bakal bahas lebih dalam mengenai profesi SEO Content Writer ini.

Yang pasti, kenapa kalian mencoba terjun ke profesi ini?

  1. Dunia digital bakal terus berkembang.
  2. Profesi SEO Content Writer bisa jadi ‘batu loncatan’ bagi kamu yang ingin menekuni bidang konten.
  3. Bukan hal mustahil punya jenjang karir berikutnya sebagai Senior Content Strategist nantinya. Percayalah!
  4. Perusahaan-perusahaan mulai melirik profesi ini untuk posisi karyawan full-time di kantor mereka. Tim SEO merasa harus punya tim konten sendiri untuk produksi artikel mereka, biar lebih gampang tek-tokan ketimbang jasa outsource.
  5. Tak harus terikat dengan perusahaan tertentu, kamu pun dapat bekerja mandiri lewat profesi ini dan bahkan membentuk perusahaan sendiri yang bergerak di bidang penyediaan konten.

Intinya! Ada banyak peluang deh! Jangan takut. Asalkan kita nggak stuck dengan ilmu yang itu-itu aja tetapi mau belajar, belajar dan terus memperbarui apa yang kita tahu.

Jangan pandang sebelah mata profesi ini. Untuk kita yang sekarang berprofesi sebagai SEO Content Writer, yuk, kita asah terus-menerus kemampuan menulis kita. Tancapkan pula identitas di Internet agar semakin dikenal.

🙂

Anyway, just for information, berikut beberapa lowongan kerja content writer yang juga punya basic SEO yang bisa jadi kamu butuhkan:
http://careers.reservasi.com/job/writer/

Kamu mungkin suka tulisan ini!

57 Comments

  1. Wah, infonya keren banget (buat yang berniat jadi penulis beneran kayak aku). Bener, networking ini perlu banget, karena dari situ kita tahu mana ‘pasar’ yang cocok untuk jenis tulisan kita.
    Sukses yaa..

    1. Tidak juga mas, Tidak harus sangat melek teknolgi, yang penting ada kemauan untuk belajar menulis dan punya networking pasti saya yakin bisa.

    2. Ndak harus sangat melek teknologi, Mba Ruli. Dimulai dari bisa menulis dulu, kalau Internet dan dunianya bisa dipelajari kok seiring waktu terjun ke profesi ini.

  2. waktu itu ada yg prnh nawarin ini ke aku mbak… tapiiii, dengan minta maaf sih aku tolak 🙁 krn tema2 yg diminta ditulis ga ada hubungan samasekali ama minatku dlm traveling..takutnya malah ga bisa menghasilkan tulisan yg bgs nanti :).. dan lagi kerjaan kantor yg padat bgt dan lebih utama pastinya juga bikin aku g bisa nerima sih..

    aku memang suka nulis, tapi biasanya yang berbau ttg hobiku jalan2 dan kuliner.. jd kalo disuruh nulis di luar itu, masih belum PD 😀 ,Harus banyak latihan sih intinya

    1. Haha. Menulis kadang nggak bisa dipaksa yah. 😀 Apalagi kalau waktunya yang nggak cukup. Anyway, untuk tulisan SEO sendiri biasanya referensi dari Internet, jadi lebih ke rewritr, Mba.

  3. ini benar2 profesi yang sangat menjanjikan,, dari dlu pengen jadi content writer seo, dan hingga sekarang masih terus belajar biar segera tercapai.

  4. Sejak bulan lalu saya ga kerja lagi dan memutuskan untk jadi content writer, eh pas banget nemu artikel ini. TFS. Ditunggu artikel berikutnya ttg pengalaman kerja tanpa ijazah kuliah 🙂

  5. CWSEO ini sudah jadi kerjaan utamaku sejak 3 tahun lalu.
    Tidak ada rumus tertentu untuk jadi pakar SEO, yang penting banyak berlatih dan peka dengan trend kata kunci terkini 🙂

  6. wahh, ilmu baru buat aku, ternyata beda-beda ya. Sekarang semakin spesifik kerjaannya ya. Era digital trerus berkembang, kebutuhan di dunia ini pun terus meningkat, deikian pula tenaga kerjanya

  7. Artikel yang menarik. Yang jelas saya masih harus banyak belajar soal konten-konten begini. Tahunya cuma nulis, nulis, dan nulis aja sih 🙂 Makasih buat Helda untuk penjelasannya, mudah dimengerti dan bikin kepengen, hihihi…

  8. Yeay! Senang makin banyak blogger yg kerjanya juga ‘disitu-situ’ aja 😀
    Padahal dulu kerjaan kayak kita – kita ini, (((KITAAAA))) diremehin banget ya huhuhuhu.

    Semangat sis! *ketjup*

  9. Hai,, suka tulisan ini. Seneng bacanya dan jujur semakin termotivasi. Kadang ada titik jenuh juga kerja seperti ini meski kita suka…. Hahahah… Tapi kalau ada artikel semacam ini seperti balikin kita lagi untuk semangat kerja.

    Pekerjaan ini membuat kita dianggap pengangguran di sebagian orang yang ga ngerti, taunya di rumah terus. 😀

    Aku tunggu selanjutnya yaa

  10. Dulu pas kuliah, aku nyambi part-timer jadi copy writer. Satu artikel 200 kata dihargai 2500 perak dan sehari harus bikin minimal 10. Dulu saat kuliah, rasanya dapet segitu sudah happy banget. Karena jadi nambah uang jajan dan gak minta ortu terus. Dulu aku rajin banget. Sehari minta 20 job, saking getolnya pengen nabung. Jadi aku pasti malam-malam nongkrong di warnet utk ngerjain. Dulu belum punya modem sendiri. Jadi kangen banget masa-masa itu. :’)))

Leave a Reply