Cerpen: Seleb Blog

Tulisannya yang di blog, dijadikan buku. Sekarang dia jadi salah satu blogger beken seantero Indonesia. Bukan hanya dia. Ada lagi nih, yang karena nge-blog, dia bisa keliling Indonesia. Yang ini bisa menghasilkan puluhan juta per bulannya. Yang itu, tiap posting, menuai ratusan komentar. Dalam hatiku berkata: Wah! Hebat banget deh! Kapan ya aku bisa seperti mereka?

            Sekarang aku menatap layar netbook – hadiah dari salah satu lomba blog yang pernah kuikuti, menatap blog-blog dari seleb blog itu. Sambil daguku berpangku di tangan kiri, mouse-ku di tangan kanan. Meng-klik link-link yang bisa di-klik. Membaca-baca apa yang ingin dibaca, atau hanya sekadar melihat bagaimana sih blog-blog dari seleb blog itu. Tak dipungkiri rasa iri berkembang juga dalam benakku. Seraya aku melihat-lihat blog dari seleb blog itu, terputar ulang rekaman di otakku mengenai workshop blogging yang aku hadiri tadi pagi.

            “Kamu harus belajar dari kakak ini. Dia udah jalan-jalan keliling Indonesia karena nge-blog.”

Continue Reading

Penipuan Skema Ponzi, Keuntungan Awal Memang Menggiurkan!

“Tante ditawarin bisnis. Jadi bisnisnya itu kita deposit uang sekian, nanti kita bisa dapat keuntungan 15% 2 minggu, alias 1% per hari. Rencananya mau masukin 10 juta aja, kan lumayan 2 minggu, gak kerja, bisa dapat 11,5 juta. Bank aja nggak bisa kasih bunga segitu. Paling cuma 2%. Tante kemarin masukin 200 juta ke BCA, nggak bisa dapet segini banyak. Temen Tante udah dapet dari bisnis ini, dia kemarin kasih lihat Tante.”

“Bisnis apa namanya, Tante?”

“Promonestititblablabla.. Bisnisnya udah ada ijin pemerintah, ada badan hukumnya, jadi kalau kenapa-kenapa kita bisa tuntut. Blablablaa… (aku udah gak denger lagi).”

“Oh, produknya apa?”

“Ada tiket pesawat, pulsa dan banyak lagi. Udah kerjasama dengan Indomaret, Alfamart.. Tapi kita nggak perlu jalanin bisnis itu, cukup masukin uang aja udah dpt 1% per harinya!”

“Oh…”

Continue Reading

Kari Tempe, Menu Sederhana yang Digemari Bule

William Mitchell, nama ini sempat santer karena usaha warung tempenya di sebuah pasar di London. Beberapa waktu lalu aku lihat videonya di laman Facebook BBC Indonesia. Bicara soal makanan kedelai tradisional khas Indonesia ini, kita pasti sudah tidak ‘asing’ lagi mendengar mengenai berita tempe yang sudah ‘kemana-mana’. Iya, mendunia!

Sebut saja negeri Jepang yang sudah tidak asing lagi dengan tempe. Ada Rusto’s Tempe di Jepang yang kemudian tempe buatannya malah jadi menu dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Osaka ke Denpasar. Di Perancis, ada Ana Larderet yang belajar memproduksi tempe kemudian memasarkannya di Perancis. Kemudian, di Australia ada Amita Buissink yang bahkan menyebut dirinya sebagai duta tempe. Dia tidak hanya memproduksi makanan kedelai tersebut tetapi juga mengajarkannya kepada anak-anak sekolah tentang ilmu fermentasi tempe. Kalau disebutkan satu per satu di sini, rasanya tidak akan cukup.

😉

Jadi, tempe bukan lagi makanan yang asing terdengar di luar negeri. Tempe sudah mendunia – dengan beragam olahannya.

Namun, aku cukup tertarik dengan video William Mitchell karena salah satu olahannya yang menyita perhatianku. Waktu aku tonton videonya, ada sesuatu yang cukup membuatku menelisik lebih jauh – membuatku teringat akan olahan yang sering aku masak di rumah dulu sebelum merantau.

Continue Reading

Sesibuk Apapun, Jadilah Wanita yang Bersih

wanita yang bersih

Kalau kalian lihat foto di atas, apakah kalian akan menyangka kalau ternyata rumahnya atau kamarnya seperti kapal pecah. Baju kotor dan bersih yang berhamburan di kamar bahkan di luar kamar sampai-sampai nggak tau lagi mana yang bersih dan kotor. Jemuran yang tidak diangkat berminggu-minggu. Kamar mandi yang tidak disikat hingga berbulan-bulan. Lantai berdebu jarang disapu dan bahkan kulkas isinya mungkin makanan-makanan yang sudah busuk.

*Foto di atas hanya ilustrasi. Xixixi.

Namun, faktanya, ada cewek-cewek cantik dengan pakaian modis semodis-modisnya, tubuhnya bersih dengan kulit mulus, rambut tertata rapi dan harum parfum semerbak – ketika loe inspeksi mendadak kamarnya… Eng ing eng! Sorry to say, loe bahkan bisa muntah, persis seperti penjelasan di awal. Aku sendiri jadi saksi ‘bisu’ mengenai ‘fenomena’ ini.

Continue Reading

Roh Memang Penurut, Tetapi Daging Lemah

Manusia memang lemah, kecenderungannya berdosa.. Meskipun punya hati paling mulia sekalipun.

Setiap kali aku lihat para pedagang ‘kecil’ di jalanan, para pemulung, anak-anak kecil yang berjuang di jalanan dengan menjual tissue, atau teman-teman sebayaku yang bekerja ‘biasa-biasa’ saja.. Aku merasa tidak bersyukur. Lebih tepatnya tidak sadar diri.

Bukan, aku bukan sedang ingin ‘mengecilkan’ posisi orang-orang yang aku lihat tersebut. Sejujurnya aku sungguh salut. Di dunia yang pandangan orang-orang menganggap rendah pekerjaan yang tampaknya tidak bergengsi, jujur saja juga bahwa kadang pemikiran tersebut juga bisa sekelibat merasuk ke pikiranku. Aku sering berpikir kalau aku tidak ‘seberuntung’ sekarang, mungkin sulit bagiku bertahan hidup. Walau memang mungkin saja tidak seperti itu. Kadang diri kita menyesuaikan bagaimana keadaan kita. Kita terlahir untuk bertahan hidup dan struggle to live! Aku benci bilang diriku ‘beruntung’ namun begitu pula adanya.

🙂

Continue Reading