4 Alasan Mengapa Memilih Menjadi Karyawan?

Jika di seminar-seminar wirausaha didengungkan pertanyaan: “Mengapa memilih menjadi pengusaha?” Maka di artikel kali ini aku mengajukan alasan mengapa memilih menjadi karyawan.

Sedikit bercerita tentang riwayatku. Halah. Selepas SMA, hanya setahun aku kerja full-time. Setelah berkutat belajar Internet Marketing sembari jadi operator warnet, thank God, aku punya kesempatan untuk jadi full-time blogger. Iya, kerjanya dari rumah. Ngga ada yang namanya eight to five, ngga ada bos dan sebagainya. Walau saat itu, ada ‘mentor’-lah kalau mereka mau disebut mentor. Xixixi.

Nah, sekarang, setelah hampir 7 tahun men-jomblo kerja dari rumah, aku memilih jadi karyawan. Lebih tepatnya sih finally dapet panggilan kerja. Xixi. Kenapa?

Continue Reading

Kerja dari Rumah itu Nggak Enak!

Kerja dari rumah kan enak, ngga harus bangun pagi dan padet-padetan di KRL. Kita bisa atur jam kerja sendiri. Ngga akan diomelin Bos.

Seterusnya dan seterusnya…

Motivasi-motivasi untuk kerja dari rumah kemungkinan besar sudah sering kalian dengar, baca atau saksikan. Wah! Semua orang sepertinya begitu mengelu-elukan yang namanya ‘work at home’. Keren, prestisius, pokoknya terbebas dari segala keterikatan! Itu mungkin dalam bayangan kamu ketika melihat seseorang bekerja dari rumah. Pada kenyataannya tidaklah seindah dalam bayangan kamu, yang mungkin sekarang masih berkutat dengan eight to five.

Aku pernah kerja dari rumah. Awalnya sukses. Namun, lama kelamaan, berantakan. Ntahlah apakah karena benar-benar jenuh atau tidak. Tetapi, satu poin yang aku dapet adalah: Sebelum terjun untuk jadi freelancer atau apalah namanya, kamu harus terlebih dahulu jadi karyawan yang baik. Ya, paling tidak, pastikan kamu bisa mengatur dirimu sendiri. Seriously! Mengapa?

Continue Reading

Calon Masa Depan, atau Calon Masa Lalu?

Kadang kita terlalu berani – dengan mempertaruhkan masa lalu dan terlalu percaya diri terhadap masa depan. Ya, lebih tepatnya calon masa depan. Halah. Sementara dengan masa lalu, kamu masih belum berani untuk benar-benar menjadikannya masa lalu sehingga masih ada label “calon” juga untuk masa lalumu – CALON MASA LALU.

Calon Masa Lalu:

  1. Pengalaman masa lalu yang menyakitkan menjadi salah satu alasan kamu move on darinya. Semua manusia memang tidak sempurna tetapi pertanyaannya: Apakah bisa benar-benar berubah? Tetapi kemungkinan besar apa yang sudah menjadi tabiat seseorang sulit untuk dilepaskan. Bukan bermaksud untuk menyalahkannya namun kamu harus bertanya pada diri sendiri: Apa aku bisa menyeimbangkan sifatnya dan menerimanya?
  2. Terlebih ketika kamu menyadari kamu yang terlalu berjuang untuk (calon) masa lalumu itu… Ya sudahlah. Sepertinya tepat kalau kamu harus meninggalkannya. Namun bagaimana kalau dia terus-menerus berjuang untuk mendapatkan simpatimu lagi? Hmm, semoga saja begitu.
  3. Jangan pernah memaksakan untuk tidak menyukainya lagi ataupun untuk benar-benar menyukainya lagi. Apapun yang namanya TERLALU hanya bisa kamu nyesek dan nyesel juga kesel.
Continue Reading

Hello world!

Hello world!

Setiap kali memulai blog baru (di WordPress) pasti posting “Hello world!” adalah posting wajib. Aku mulai dari nol lagi, mulai dari “Hello world!” untuk kesekian kalinya. Namun, kali ini aku anggap sebagai yang kedua kalinya. Yang pertama adalah tanggal 1 November 2008, beberapa tahun silam. Di sebuah blog yang aku beri nama “Blog Remaja” di halaman http://helda.info. Blog itu berjalan hingga tahun 2014 lalu. Mulai tahun 2013 sebenarnya semangatku untuk menulis di blog pribadi sudah mulai berkurang, akhirnya membawa petaka hingga tahun 2014 blog-ku mati total. Domain expired.

Helda.info yang Penuh Kenangan

Continue Reading