Kari Tempe, Menu Sederhana yang Digemari Bule

William Mitchell, nama ini sempat santer karena usaha warung tempenya di sebuah pasar di London. Beberapa waktu lalu aku lihat videonya di laman Facebook BBC Indonesia. Bicara soal makanan kedelai tradisional khas Indonesia ini, kita pasti sudah tidak ‘asing’ lagi mendengar mengenai berita tempe yang sudah ‘kemana-mana’. Iya, mendunia!

Sebut saja negeri Jepang yang sudah tidak asing lagi dengan tempe. Ada Rusto’s Tempe di Jepang yang kemudian tempe buatannya malah jadi menu dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Osaka ke Denpasar. Di Perancis, ada Ana Larderet yang belajar memproduksi tempe kemudian memasarkannya di Perancis. Kemudian, di Australia ada Amita Buissink yang bahkan menyebut dirinya sebagai duta tempe. Dia tidak hanya memproduksi makanan kedelai tersebut tetapi juga mengajarkannya kepada anak-anak sekolah tentang ilmu fermentasi tempe. Kalau disebutkan satu per satu di sini, rasanya tidak akan cukup.

😉

Jadi, tempe bukan lagi makanan yang asing terdengar di luar negeri. Tempe sudah mendunia – dengan beragam olahannya.

Namun, aku cukup tertarik dengan video William Mitchell karena salah satu olahannya yang menyita perhatianku. Waktu aku tonton videonya, ada sesuatu yang cukup membuatku menelisik lebih jauh – membuatku teringat akan olahan yang sering aku masak di rumah dulu sebelum merantau.

Continue Reading

Sesibuk Apapun, Jadilah Wanita yang Bersih

wanita yang bersih

Kalau kalian lihat foto di atas, apakah kalian akan menyangka kalau ternyata rumahnya atau kamarnya seperti kapal pecah. Baju kotor dan bersih yang berhamburan di kamar bahkan di luar kamar sampai-sampai nggak tau lagi mana yang bersih dan kotor. Jemuran yang tidak diangkat berminggu-minggu. Kamar mandi yang tidak disikat hingga berbulan-bulan. Lantai berdebu jarang disapu dan bahkan kulkas isinya mungkin makanan-makanan yang sudah busuk.

*Foto di atas hanya ilustrasi. Xixixi.

Namun, faktanya, ada cewek-cewek cantik dengan pakaian modis semodis-modisnya, tubuhnya bersih dengan kulit mulus, rambut tertata rapi dan harum parfum semerbak – ketika loe inspeksi mendadak kamarnya… Eng ing eng! Sorry to say, loe bahkan bisa muntah, persis seperti penjelasan di awal. Aku sendiri jadi saksi ‘bisu’ mengenai ‘fenomena’ ini.

Continue Reading

Roh Memang Penurut, Tetapi Daging Lemah

Manusia memang lemah, kecenderungannya berdosa.. Meskipun punya hati paling mulia sekalipun.

Setiap kali aku lihat para pedagang ‘kecil’ di jalanan, para pemulung, anak-anak kecil yang berjuang di jalanan dengan menjual tissue, atau teman-teman sebayaku yang bekerja ‘biasa-biasa’ saja.. Aku merasa tidak bersyukur. Lebih tepatnya tidak sadar diri.

Bukan, aku bukan sedang ingin ‘mengecilkan’ posisi orang-orang yang aku lihat tersebut. Sejujurnya aku sungguh salut. Di dunia yang pandangan orang-orang menganggap rendah pekerjaan yang tampaknya tidak bergengsi, jujur saja juga bahwa kadang pemikiran tersebut juga bisa sekelibat merasuk ke pikiranku. Aku sering berpikir kalau aku tidak ‘seberuntung’ sekarang, mungkin sulit bagiku bertahan hidup. Walau memang mungkin saja tidak seperti itu. Kadang diri kita menyesuaikan bagaimana keadaan kita. Kita terlahir untuk bertahan hidup dan struggle to live! Aku benci bilang diriku ‘beruntung’ namun begitu pula adanya.

🙂

Continue Reading

Nostalgia Tren Blogger dan Blogosphere Tahun 2008

Di tulisan kali ini aku hanya ingin sekadar bernostalgia…

Kalau inget awal-awal nge-blog, aku bakal sedikit cekikikan karena menemukan diriku ternyata sedikit alay. Begitu juga beberapa blogger lain. Ya, mungkin menurut pandangan sekarang. Tapi, apa yang akan aku bagikan sekarang tidak semuanya alay kok. Hehe.

Aku bukan blogger lawas juga di blogosphere. Mungkin sedikit terlambat untuk kenal dunia blogging pula. Kalau bicara blogger lawas, wah, kita sepertinya harus mundur ke tahun-tahun sebelum 2008. Aku juga kurang begitu tahu. Umm, sama sekali ngga tahu. Kalian mungkin boleh tanya ke Om DV. Beliau adalah blogger yang dicintai para buzzer, sudah bertualang sejak belasan tahun lalu di blogosphere.

Catatan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi dan apa yang aku lihat dan ingat saja ya. Jadi, kalau masih ada yang kurang, sila ditambahkan di kolom komentar.

Continue Reading

Tips Naik Commuter Line, Strategi Jitu Dapat Tempat Duduk

Tips naik commuter line? Ini emang sungguhan tips. Buat kalian yang sudah terbiasa naik commline pasti sudah ngga asing lagi dengan strategi-strategi jitu yang aku sebutkan ini. Nah, buat yang mungkin, masih baru atau sekali-sekali saja mungkin kalian terperangah kok sampai ada strategi segala sih untuk naik ular besi berlistrik ini.

Naik commuter di jam-jam bukan rush hour sih ngga masalah. Enak banget malah. Cepat, ngga kena macet ngga terduga, tenang bisa tidur-tiduran malah, dingin, ah… Pokoknya commuter line itu the best public transportation in Jabodetabek deh! Tapi sayangnya karena label sebagai the best public transportation itulah yang bikin orang rela berdesak-desakan kayak ikan pepes di dalemnya. Termasuk aku.

Continue Reading