Kerja dari Rumah itu Nggak Enak!

Kerja dari rumah kan enak, ngga harus bangun pagi dan padet-padetan di KRL. Kita bisa atur jam kerja sendiri. Ngga akan diomelin Bos.

Seterusnya dan seterusnya…

Motivasi-motivasi untuk kerja dari rumah kemungkinan besar sudah sering kalian dengar, baca atau saksikan. Wah! Semua orang sepertinya begitu mengelu-elukan yang namanya ‘work at home’. Keren, prestisius, pokoknya terbebas dari segala keterikatan! Itu mungkin dalam bayangan kamu ketika melihat seseorang bekerja dari rumah. Pada kenyataannya tidaklah seindah dalam bayangan kamu, yang mungkin sekarang masih berkutat dengan eight to five.

Aku pernah kerja dari rumah. Awalnya sukses. Namun, lama kelamaan, berantakan. Ntahlah apakah karena benar-benar jenuh atau tidak. Tetapi, satu poin yang aku dapet adalah: Sebelum terjun untuk jadi freelancer atau apalah namanya, kamu harus terlebih dahulu jadi karyawan yang baik. Ya, paling tidak, pastikan kamu bisa mengatur dirimu sendiri. Seriously! Mengapa?

Kerja dari Rumah
Kerja dari Rumah

Alasan Kerja dari Rumah Nggak Selamanya Enak

  1. Ngga harus bangun pagi

Kalau kamu memilih jadi freelancer hanya karena supaya tidak bangun pagi, buang jauh-jauh mitos itu. Di tulisan aku berjudul “Semangat Kerja di Pagi Hari” yang dipublikasikan di Tren.Yukbisnis.com, di situ aku sebutkan beberapa alasannya. Menurutku bangun pagi itu justru bikin kerjaan kamu rapi. Apalagi kita cewek-cewek. Kita perlu beresin rumah dulu, mandi dulu, sarapan dan sebagainya. Dengan begitu, kita jadi lebih segar untuk ngerjain tugas-tugas. Biasanya ya, kalau sudah bangun kesiangan, kita serasa ngga punya waktu lagi untuk nyelesain kerjaan. Beneran deh! Mbak IndahJuli kasih contoh yang baik buat kita yang pengin jadi freelancer, simak tulisannya deh: Mengatur Jam Kerja ala Freelancer.

  1. Atur jam kerja sendiri

Masih terkait ke poin 1. Ngga bangun pagi karena merasa bisa atur jam kerja suka-suka. Iya bener kita memang bisa atur jam kerja sendiri namun bukan berarti SUKA-SUKA. Mohon dicatet yak! Hehehe. Punya jam kerja yang nggak beraturan malah bikin kerjaan kamu berantakan.

Belum lagi kalau kisahnya seperti pengalaman aku. Temen-temen taunya aku itu freelancer. Malang sekali, tidak sedikit yang akhirnya nodong aku buat nemenin ke sinilah ke situlah. Komentar mereka: Kerjaanmu kan bisa dikerjakan ntar sore, kerjaanmu kan bisa dikerjakan nanti, dan sebagainya. Hiks. Hang-out ke sana kemari itu menguras waktu dan tenaga. Pulang-pulang capek, kerjaan nggak kelar! Itulah kalau kita SUKA-SUKA atur jam kerja sendiri. Atau, tantangannya malah dateng dari diri sendiri yang suka menunda pekerjaan dan mood-mood-an, akhirnya malah ya gitu deh. So sorry.

🙂

  1. Nggak akan diomelin bos

Ngga akan diomelin bos tapi kita bakal diomelin klien! Catet yak! Kalau kerjaan nggak beres yang ngomelin kita ya klien atau customer.

Kerja dari rumah atau punya bisnis sendiri bukan berarti kita BEBAS. Baik mereka para freelancer, bahkan entrepreneur ataupun karyawan, kita semua TERIKAT, Sayang! Iya terikat pada yang namanya tanggung jawab.

At the next post, I will tell you why I chose to be an employee.. Mengapa ngga semua orang cocok kerja dari rumah. Wait and read ya.

Kamu mungkin suka tulisan ini!

5 Comments

  1. Poin ke-dua itu paling rawan, Hel. Thats righ. Aku juga selalu ngalami hal itu, dan ujungnya kerjaan jadi berantakan, kerjaan gak selesai, uang justru terkuras.

  2. hel, bisa jadi karna kerja di rumah, kamu jarang ketemu rekan kerja. Mungkin ya. Dari situ gak ada interaksi dan mungkin juga bosen karna kerjaannya itu-itu mulu.

Leave a Reply