‘Cuci Mata’ di IDDC Kemendag Jakarta

Mungkin dulu-dulu pameran seni masih terasa asing. Jarang juga sih ada. Plus, biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang memfasilitasi tempat seperti itu. Tapi, kini beda ceritanya!

Negeri kita sudah punya satu ruang kolaborasi yang memfasilitasi para desainer dan insan kreatif Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka. Tapi, bedanya lagi… Ini bukan sekadar pameran kesenian tetapi ditampilkan agar berdaya guna. Maksudnya? Ruang yang disediakan ini untuk menampilkan produk-produk layak ekspor dan bernilai usaha.

IDDC Kemendag Jakarta

IDDC Kemendag Jakarta
IDDC Kemendag Jakarta

Atas inisiatif tadi, Kemendag (Kementerian Perdagangan) membangun IDDC atau Indonesia Design Development Center. Kita bisa loh cuci mata di sana! Ada banyak yang bisa kita lihat, selain, tentu saja ruangan gedungnya yang keceh habis. Pun bagi para pelaku usaha dan desainer – mereka dapat saling tukar ide dan berkonsultasi juga di fasilitas yang disediakan di IDDC tersebut. Tersedia Klinik Desain yang menjadi fasilitas dimana mereka dapat berdiskusi. Beragam fasilitas penunjang seperti studio foto, laser cutter, 3D printer dan platter disediakan di IDDC guna membantu para pelaku usaha.

Tak hanya itu saja, fasilitas seperti referensi perkembangan desain di dunia juga tersedia, co-working space dan ruang pertemuan untuk seminar dan workshop.

Nah, bagi kamu yang ingin berkunjung juga bisa datang ke bangunan yang bertempat di are seluas sekitar 1.000 meter tersebut di daerah Jakarta Barat. Indonesia Design Development Center atau IDDC Kemendag Jakarta ini bertempat di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia atau BBPPEI, tepatnya di Jl. S. Parman no. 112, Slipi, Jakarta Barat.

Apa Sih yang Sudah Dilakukan Program ini?

Sebenarnya, sebelum dibangunnya IDDC Jakarta ini, program kolaboratif seperti ini sudah dijalankan sejak beberapa tahun belakangan. Kemendag menggandeng desainer dari beragam daerah yang kemudian membantu para pelaku usaha. Pendampingan tersebut untuk memilih bahan baku, desainnya, proses produksi sampai dengan tahap pemasaran.

Kemendag berhasil membawa hasil-hasil kreatif tersebut ke pasar Internasional. Contohnya, mengirimkan produk hasil desain karya Indonesia ke pagelaran Red Dot Design Award 2016 beberapa waktu lalu di Jerman. Produk yang dibawa waktu itu adalah running shoes league dan kursi rotan yang diciptakan oleh Alvin Tjitrowirjo. Kemudian, ada pula kreasi “lampu contong” yang dibuat oleh Harry Maulana (yaitu desainer dari program ini) dengan CV. Mekar Abadi. Produk tersebut berhasil mendapatkan buyer yang berasal dari Korea Selatan. Contoh lain ada pula produk furnitur karya Abdi Abdillah yang telah mendapatkan kontrak dagang dengan salah satu buyer Amerika.

Yap! Contoh-contoh tadi menjadi salah satu bukti bahwa desainer asal Indonesia tak kalah dengan desainer dari negeri lainnya.

Nah, kalau kamu ingin melihat-lihat hasil karya menarik lainnya bisa datang ke IDDC Jakarta! Follow Twitter IDDC di @ID_designcenter atau web iddc.kemendag.go.id. 

Kamu mungkin suka tulisan ini!

3 Comments

Leave a Reply