Little Big Master, Film Drama Keluarga Sarat Pesan

“Dalam kehidupan, pasti kita punya guru yang mengubah kehidupan kita”.

Itulah kira-kira salah satu penggalan kalimat yang ada di bagian ending film Hong Kong berjudul “Little Big Master”. Tepatnya tanggal 17 Oktober kemarin aku diundang ke acara Blogger Screening untuk film ini di Cinemaxxx, Plasa Semanggi. Maep yah, baru tulis sekarang. Terima kasih, Mbak @PutriKPM yang sudi mengundang diriku ke acara bertajuk “I Love HK Movies“. Kemarin blogger-blogger yang datang ada yang bawa ‘buntut’ juga, nggak ada yang berisik pas nonton.

😀

Anyway, film yang diangkat dari kisah nyata ini bakal tayang nanti malam, 25 Oktober jam 20:00 WIB di Celestial Movies. Kenapa kamu harus tonton film ini?

Kita Akan Tahu Kehidupan Anak-anak yang Sebenarnya

Little Big Master” yang berjudul asli dalam bahasa Cina yang artinya “Kepala Sekolah dengan Lima Murid” ini sesuai judulnya bercerita tentang seorang kepala sekolah dengan 5 murid. Hung (Miriam Yeung) adalah seorang kepala sekolah  TK ternama yang kemudian resign di usianya yang muda. Adegan pertama film ini diawali oleh murid yang (seharusnya) tidak bisa masuk kelas berbakat namun orang tuanya menganggap anaknya harus. Dari sini  kita sudah diberi pesan bahwa anak-anak seharusnya tidak dipaksa untuk sukses secara akademis atau di semua bidang, jika memang tidak bisa.

Continue Reading

Kari Tempe, Menu Sederhana yang Digemari Bule

William Mitchell, nama ini sempat santer karena usaha warung tempenya di sebuah pasar di London. Beberapa waktu lalu aku lihat videonya di laman Facebook BBC Indonesia. Bicara soal makanan kedelai tradisional khas Indonesia ini, kita pasti sudah tidak ‘asing’ lagi mendengar mengenai berita tempe yang sudah ‘kemana-mana’. Iya, mendunia!

Sebut saja negeri Jepang yang sudah tidak asing lagi dengan tempe. Ada Rusto’s Tempe di Jepang yang kemudian tempe buatannya malah jadi menu dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Osaka ke Denpasar. Di Perancis, ada Ana Larderet yang belajar memproduksi tempe kemudian memasarkannya di Perancis. Kemudian, di Australia ada Amita Buissink yang bahkan menyebut dirinya sebagai duta tempe. Dia tidak hanya memproduksi makanan kedelai tersebut tetapi juga mengajarkannya kepada anak-anak sekolah tentang ilmu fermentasi tempe. Kalau disebutkan satu per satu di sini, rasanya tidak akan cukup.

😉

Jadi, tempe bukan lagi makanan yang asing terdengar di luar negeri. Tempe sudah mendunia – dengan beragam olahannya.

Namun, aku cukup tertarik dengan video William Mitchell karena salah satu olahannya yang menyita perhatianku. Waktu aku tonton videonya, ada sesuatu yang cukup membuatku menelisik lebih jauh – membuatku teringat akan olahan yang sering aku masak di rumah dulu sebelum merantau.

Continue Reading

Nostalgia Tren Blogger dan Blogosphere Tahun 2008

Di tulisan kali ini aku hanya ingin sekadar bernostalgia…

Kalau inget awal-awal nge-blog, aku bakal sedikit cekikikan karena menemukan diriku ternyata sedikit alay. Begitu juga beberapa blogger lain. Ya, mungkin menurut pandangan sekarang. Tapi, apa yang akan aku bagikan sekarang tidak semuanya alay kok. Hehe.

Aku bukan blogger lawas juga di blogosphere. Mungkin sedikit terlambat untuk kenal dunia blogging pula. Kalau bicara blogger lawas, wah, kita sepertinya harus mundur ke tahun-tahun sebelum 2008. Aku juga kurang begitu tahu. Umm, sama sekali ngga tahu. Kalian mungkin boleh tanya ke Om DV. Beliau adalah blogger yang dicintai para buzzer, sudah bertualang sejak belasan tahun lalu di blogosphere.

Catatan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi dan apa yang aku lihat dan ingat saja ya. Jadi, kalau masih ada yang kurang, sila ditambahkan di kolom komentar.

Continue Reading

Tips Naik Commuter Line, Strategi Jitu Dapat Tempat Duduk

Tips naik commuter line? Ini emang sungguhan tips. Buat kalian yang sudah terbiasa naik commline pasti sudah ngga asing lagi dengan strategi-strategi jitu yang aku sebutkan ini. Nah, buat yang mungkin, masih baru atau sekali-sekali saja mungkin kalian terperangah kok sampai ada strategi segala sih untuk naik ular besi berlistrik ini.

Naik commuter di jam-jam bukan rush hour sih ngga masalah. Enak banget malah. Cepat, ngga kena macet ngga terduga, tenang bisa tidur-tiduran malah, dingin, ah… Pokoknya commuter line itu the best public transportation in Jabodetabek deh! Tapi sayangnya karena label sebagai the best public transportation itulah yang bikin orang rela berdesak-desakan kayak ikan pepes di dalemnya. Termasuk aku.

Continue Reading

Hello world!

Hello world!

Setiap kali memulai blog baru (di WordPress) pasti posting “Hello world!” adalah posting wajib. Aku mulai dari nol lagi, mulai dari “Hello world!” untuk kesekian kalinya. Namun, kali ini aku anggap sebagai yang kedua kalinya. Yang pertama adalah tanggal 1 November 2008, beberapa tahun silam. Di sebuah blog yang aku beri nama “Blog Remaja” di halaman http://helda.info. Blog itu berjalan hingga tahun 2014 lalu. Mulai tahun 2013 sebenarnya semangatku untuk menulis di blog pribadi sudah mulai berkurang, akhirnya membawa petaka hingga tahun 2014 blog-ku mati total. Domain expired.

Helda.info yang Penuh Kenangan

Continue Reading