Cuti Tahunan Habis, ini Liburan Tanpa Ribet a la Karyawan

Ada satu sisi ‘ketidakenakan’ yang dialami karyawan, selain keunggulan menjadi karyawan yang pernah aku sebutkan di postingan tempo dulu. Apa itu? Liburan! Hahaha. Kita yang profesinya berkutat dengan jam kerja tentu harus minta izin cuti dulu. Itupun ada jatahnya. Huhuhu. Terkecuali… Kalau kita emang dikasih kebebasan soal jam kerja atau bisa remote.

Jangan kuatir! Meski berstatus karyawan yang punya waktu liburan terbatas, gaji tetep mengucur tiap bulan, kita masih bisa menikmati ‘liburan’ dalam tanda kutip plus liburan yang bener-bener liburan tanpa ribet! Aku sendiri cukup rutin untuk menyediakan waktu menikmati beberapa hal baru walaupun masih dalam suasana hari kerja ataupun liburan singkat seperti weekend. Menurutku, liburan atau traveling itu bukan sekadar tujuan kita kemana tetapi bagaimana kita memaknainya. *tsah*

Continue Reading

Asyiknya Punya Sepeda Fixie di Perkotaan

Jual sepeda Bukalapak saat ini mulai dilirik untuk dijadikan alat transportasi pribadi di perkotaan. Tak terlalu butuh perawatan juga tak butuh bahan bakar, membuatnya menjadi alternatif kendaraan yang hemat sekaligus ramah lingkungan. Sekarang ini, harga bahan bakar yang melambung serta isu polusi udara makin santer terdengar, membuat sebagian warga kota yang sadar lingkungan mulai berinisiatif mengganti kendaraan berbahan bakar fosil mereka dengan kendaraan genjot. Dengan sistem genjot, yang keluar hanya keringat. Tak ada emisi sama dengan tak ada polusi yang menguar. Dengan menggenjot pula, mereka sudah berkontribusi mengurangi polusi.

Macet di perkotaan, tidak bisa dihindari. Yang ada hanya bagaimana mengakali situasi tersebut. Caranya bisa dengan simpan motor atau mobil kamu di garasi dan carilah Fixie. Nama itu merujuk pada kendaraan genjot dengan body ringan dan frame minimalis. Lalu apa hubungannya Fixie dengan kemacetan? Tentu kamu akan merasa stress saat terjebak macet bersama motor atau mobil kamu, dan ingin segera melaju ke tempat tujuan tepat waktu. Nah, jika kamu memakai Fixie, paling tidak kamu bisa bergerak di sela-sela kerumunan kendaraan yang lain. Asyiknya mempunyai Fixie tak hanya itu saja;

Continue Reading

‘Cuci Mata’ di IDDC Kemendag Jakarta

Mungkin dulu-dulu pameran seni masih terasa asing. Jarang juga sih ada. Plus, biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang memfasilitasi tempat seperti itu. Tapi, kini beda ceritanya!

Negeri kita sudah punya satu ruang kolaborasi yang memfasilitasi para desainer dan insan kreatif Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka. Tapi, bedanya lagi… Ini bukan sekadar pameran kesenian tetapi ditampilkan agar berdaya guna. Maksudnya? Ruang yang disediakan ini untuk menampilkan produk-produk layak ekspor dan bernilai usaha.

Continue Reading

Trik Foto Makanan a la @CaptainRuby yang Tak Terpikirkan

Buat  kamu yang udah follow Instagram aku @cuaphelda, mungkin udah eneg kali ya lihat foto-foto makanan yang rajin aku post. Huhu. *follow yah!* *ujung-ujungnya promosi*. Iya, ntah sejak kapan tahun aku suka foto-foto makanan. Kalau ditanya: “Buat apa sih makanan difoto-foto segala?” Jawabku: Ntahlah. Menurutku sayang aja makanan cakep-cakep atau makanan yang rasanya enak tak diabadikan. Hitung-hitung kita menambah kolase sejarah.

😀

Perlu aku akui, jepretanku memang tak se-wow food blogger yang sudah lama malang-melintang. Aku pun merasa bahwa diriku belum pantas disebut sebagai Food Blogger. Ciyus deh ya, aku udah beli domain namanya Cecuap.com dan udah bikin akun Instagram-nya juga @cecuap – tapi sampai sekarang itu blog belum aku sentuh. *horangkayah*

Okeh, back to the topic. Stop ngalur ngidul dengan segala impianku untuk jadi food blogger ketjeh.

Continue Reading

Menulis, Fashion, Kopi Sebagai Gaya Hidup

Sebelum begitu aktif menulis, aku tak begitu suka dengan kopi. Terlalu pahit. Namun, ternyata, beberapa tahun belakangan ini aku malah harus minum kopi setiap hari. Kopi hitam tanpa gula! *karena ternyata hidup ini semakin pahit, halah*

Sejak tinggal di Jakarta, kebiasaanku minum kopi pun semakin bergeser. Yap! Kopi sebagai gaya hidup. Tak lagi menikmati kopi sachet-an yang dijual di warung. Tapi, beli biji kopi di “kedai kopi”. Kadang kala, duduk manis menulis di meja yang disediakan oleh “kedai kopi” tersebut, menikmati WiFi gratis sembari menyeruput kopi buatan mereka – yang tak disangkal cukup kuat bikin aku melek. Belum lagi, klien lebih sering mengajak bertemu di sana.

*hedon sekaleh*

Pernah terpikir tidak, ketika kamu di “kedai kopi” seperti itu – ada satu penampakan yang akan menjadi hal lumrah bagi kita semua. Apa itu? Pakaian pengunjung di sana yang modis-modis.

Continue Reading