Roh Memang Penurut, Tetapi Daging Lemah

Manusia memang lemah, kecenderungannya berdosa.. Meskipun punya hati paling mulia sekalipun.

Setiap kali aku lihat para pedagang ‘kecil’ di jalanan, para pemulung, anak-anak kecil yang berjuang di jalanan dengan menjual tissue, atau teman-teman sebayaku yang bekerja ‘biasa-biasa’ saja.. Aku merasa tidak bersyukur. Lebih tepatnya tidak sadar diri.

Bukan, aku bukan sedang ingin ‘mengecilkan’ posisi orang-orang yang aku lihat tersebut. Sejujurnya aku sungguh salut. Di dunia yang pandangan orang-orang menganggap rendah pekerjaan yang tampaknya tidak bergengsi, jujur saja juga bahwa kadang pemikiran tersebut juga bisa sekelibat merasuk ke pikiranku. Aku sering berpikir kalau aku tidak ‘seberuntung’ sekarang, mungkin sulit bagiku bertahan hidup. Walau memang mungkin saja tidak seperti itu. Kadang diri kita menyesuaikan bagaimana keadaan kita. Kita terlahir untuk bertahan hidup dan struggle to live! Aku benci bilang diriku ‘beruntung’ namun begitu pula adanya.

🙂

Continue Reading

4 Alasan Mengapa Memilih Menjadi Karyawan?

Jika di seminar-seminar wirausaha didengungkan pertanyaan: “Mengapa memilih menjadi pengusaha?” Maka di artikel kali ini aku mengajukan alasan mengapa memilih menjadi karyawan.

Sedikit bercerita tentang riwayatku. Halah. Selepas SMA, hanya setahun aku kerja full-time. Setelah berkutat belajar Internet Marketing sembari jadi operator warnet, thank God, aku punya kesempatan untuk jadi full-time blogger. Iya, kerjanya dari rumah. Ngga ada yang namanya eight to five, ngga ada bos dan sebagainya. Walau saat itu, ada ‘mentor’-lah kalau mereka mau disebut mentor. Xixixi.

Nah, sekarang, setelah hampir 7 tahun men-jomblo kerja dari rumah, aku memilih jadi karyawan. Lebih tepatnya sih finally dapet panggilan kerja. Xixi. Kenapa?

Continue Reading

Kerja dari Rumah itu Nggak Enak!

Kerja dari rumah kan enak, ngga harus bangun pagi dan padet-padetan di KRL. Kita bisa atur jam kerja sendiri. Ngga akan diomelin Bos.

Seterusnya dan seterusnya…

Motivasi-motivasi untuk kerja dari rumah kemungkinan besar sudah sering kalian dengar, baca atau saksikan. Wah! Semua orang sepertinya begitu mengelu-elukan yang namanya ‘work at home’. Keren, prestisius, pokoknya terbebas dari segala keterikatan! Itu mungkin dalam bayangan kamu ketika melihat seseorang bekerja dari rumah. Pada kenyataannya tidaklah seindah dalam bayangan kamu, yang mungkin sekarang masih berkutat dengan eight to five.

Aku pernah kerja dari rumah. Awalnya sukses. Namun, lama kelamaan, berantakan. Ntahlah apakah karena benar-benar jenuh atau tidak. Tetapi, satu poin yang aku dapet adalah: Sebelum terjun untuk jadi freelancer atau apalah namanya, kamu harus terlebih dahulu jadi karyawan yang baik. Ya, paling tidak, pastikan kamu bisa mengatur dirimu sendiri. Seriously! Mengapa?

Continue Reading