Jangan Kecil Hati! Kamu Tetap Bisa Sukses Walau Tidak Kuliah

Tulisanku kali ini ditujukan buat kamu yang putus kuliah atau sama sekali tak pernah mengenyam bangku kuliah. Yas! Kita tetap bisa sukses, kita tetap bisa menjadi apa yang kita cita-citakan dan kita tetap bisa menyongsong hari esok dengan senyuman bangga.

Siapa di antara kamu yang dulu memimpikan proses hidup yang mulus? Sekolah – kuliah – kerja. Mungkin ada juga yang tak berniat untuk kuliah, itu semua bergantung pada pilihan. Tapi, nggak dipungkiri kalau di negeri kita, seseorang dengan background lulusan perguruan tinggi jadi prioritas. Tak hanya alasan itu saja sih, perlu diakui untuk mendapatkan ilmu tertentu hanya ada di bangku perkuliahan. Nggak mungkin ‘kan kamu jadi dokter tanpa kuliah? Except kalau jadi ‘dokter’ dalam tanda kutip. Hehe.

Sekolah, kuliah dan kemudian bekerja lalu menghasilkan banyak uang. Punya rumah, mobil dan sebagainya. Ya, ini memang salah satu definisi sukses. Sayangnya, tak semua rencana kita akan berjalan mulus. Ada penghadang. Tak ada yang mulus, bahkan seleb Hollywood aja pasti masih punya selulit. *eh Akan tetapi, aku bilang ke kamu bahwa ada definisi sukses yang lainnya:

“…ketika kamu bisa membiayai hidupmu sendiri. Itu saja.”

Continue Reading

Tak Perlu ‘Ngoyo’ Cari Cara Menjadi Juara Kelas

Ceritanya tiba-tiba aku tertarik bahas ini karena lihat posting temennya temen di Facebook. Bisa dilihat di gambar lampiran atau link di artikel ini, ya. Aku nggak pernah lihat langsung sih gimana sekolah di luar negeri sana, tapi ada satu episode di Hey Arnold! bikin aku iri.

https://www.facebook.com/agungyudhiku/posts/10207125890737346

Aku nggak inget judul episodenya. Di episode itu, Arnold, Helga dan teman-teman sekelasnya diberi tugas untuk semacam cari tahu passion mereka apa. Jadi, mereka harus ‘terjun’ mencoba profesi – aku lupa – apakah waktu itu mencoba profesi ortunya atau apa yang mereka suka. Tapi intinya mereka harus belajar bekerja.

Aku dulu zaman sekolahan hampir selalu masuk dalam 10 atau 3 besar. Tapi nggak pernah jadi juara 1. Pas mau nerima rapor, ada kok temen-temen yang ngejagoin aku bakal jadi juara 1. But, I never got it! Serius tapi aku nggak ngoyo buat jadi juara. Kenapa?

Continue Reading

Mudah dan Murah, Tapi Bingung Cara Membeli Reksadana?

Mudah dan murah – katanya. KATANYA lho, ya. Mari kita buktikan. Aku cukup interest dengan salah satu jenis investasi satu ini. Sudah lama. Karena berkecimpung di dunia penulisan sebagai ghost-writer, aku pernah beberapa kali harus menulis topik mengenai reksadana. Apalagi sejak kerja di salah satu financial technology start-up bikin aku mau tak mau harus belajar soal produk perbankan, investasi, bisnis dan sebagainya. Padahal dulunya aku nggak suka banget topik-topik ini. Haha.

Tapi memang benar, setelah aku simpulkan dari hasil riset sendiri – reksadana memang mudah dan murah. Instrumen investasi satu ini pun jadi rekomendasi terbaik bagi kita para pemula di dunia investasi.

Kenapa Harus Investasi?

“Kenapa sih harus investasi, Hel? Kan bisa menabung aja? “

Continue Reading

Tuntutan Hidup: Jalan Menuju Sukses

“…tuntutan hidup!”

Itu satu frase yang aku ingat dari seorang sahabat. Ketika itu dia ditanya soal mengapa dia jago masak.

Kelihatan sepele? Jago masak ‘hanya’ karena tuntutan hidup. Lho apa hubungannya? Menurutku malah nggak sepele sama sekali. Sahabat aku itu bilang juga dia bisa masak karena tuntutan hidup. Dia juga bilang, mungkin kalau ngga kehilangan Papanya, dia nggak akan bisa masak seperti sekarang.

Yap!

Actually, she is one of the strongest person that I’ve ever seen. Nggak cuman jago masak, dia juga giat bekerja. Dia kehilangan ayahnya di usia cukup muda – karena meninggal. Sontak kehidupan berubah. Tapi, semuanya berbuah manis pada waktunya.

Continue Reading

Cari Penghasilan Tambahan atau Hemat? Pilihlah Berhemat

Tiba-tiba aku tertarik menulis topik yang ada di judul artikel kali ini karena sempat nulis topik yang hampir sama. Beberapa waktu lalu untuk pekerjaan kantor, aku menulis tentang pengelolaan utang-piutang dan kaitannya dengan berhemat ataukah cari penghasilan tambahan.

Dari situ, terbersit dalam benakku sebenarnya sekarang aku sendiri pilih yang mana, ya. Kebutuhan hidup makin tinggi. Kadang diikuti pula dengan kebutuhan gaya hidup. Percayalah! Makin tinggi penghasilan kita bakal diikuti pula dengan tingginya gaya hidup. Meskipun sebenarnya kita bisa mengeremnya – seharusnya.

***

Aku pernah dengar satu statement dari temenku, begini:

“Kalau tidak bisa berhemat maka cari uang sebanyak-banyaknya.”

Continue Reading