Tak Perlu ‘Ngoyo’ Cari Cara Menjadi Juara Kelas

Ceritanya tiba-tiba aku tertarik bahas ini karena lihat posting temennya temen di Facebook. Bisa dilihat di gambar lampiran atau link di artikel ini, ya. Aku nggak pernah lihat langsung sih gimana sekolah di luar negeri sana, tapi ada satu episode di Hey Arnold! bikin aku iri.

https://www.facebook.com/agungyudhiku/posts/10207125890737346

Aku nggak inget judul episodenya. Di episode itu, Arnold, Helga dan teman-teman sekelasnya diberi tugas untuk semacam cari tahu passion mereka apa. Jadi, mereka harus ‘terjun’ mencoba profesi – aku lupa – apakah waktu itu mencoba profesi ortunya atau apa yang mereka suka. Tapi intinya mereka harus belajar bekerja.

Aku dulu zaman sekolahan hampir selalu masuk dalam 10 atau 3 besar. Tapi nggak pernah jadi juara 1. Pas mau nerima rapor, ada kok temen-temen yang ngejagoin aku bakal jadi juara 1. But, I never got it! Serius tapi aku nggak ngoyo buat jadi juara. Kenapa?

juara kelas 1

juara kelas 2

juara kelas 3

…Karena Aku Malas

Aku dulu nggak suka pelajaran menghapal dan apalagi harus text-book. Disuruh ngapalin ayat Alkitab pas pelajaran Agama aja males, tapi kalau ditanya apa intisari satu ayat aku tau. Kalau ditanya dimana ayat yang menjelaskan begini-begitu juga tau. Makanya dulu kalau ada ulangan Agama, misal ada pertanyaan: “Apa isi ayat Matius 6:33?” Aku nggak jawab persis seperti yang ada di ayat itu.

😀

Dulu juga aku nggak suka pelajaran Ekonomi, Geografi dan beberapa pelajaran yang menuntut hafalan. Dan, buatku yang penting nggak remedial aja ya udah.  Itulah kenapa semasa SMA, aku nggak ambil jurusan IPS. Mungkin orang pikir karena pengin keren gitu jadi anak IPA, padahal karena aku bener-bener nggak suka dan nggak bisa.

Makanya dulu aku ambil kesimpulan 2 tipikal pelajar:

  • Yang pinter
  • Yang rajin

Apa yang bikin satu murid bisa menjadi juara kelas atau bahkan sekolah? Kebanyakan yang aku lihat karena mereka rajin. Ada yang sebenarnya biasa-biasa saja dan bisa dibilang ‘pinter’-nya dia rata-rata tapi bisa jadi juara kelas dan juara umum. Bahkan nggak gitu spesial di bidang tertentu, atau mereka yang nggak mau fokus di bidang yang mereka bener-bener suka. Ini karena mereka harus bagi fokus, waktu, pikiran dan tenaga untuk semua mata pelajaran segitu banyaknya.

Ada juga yang juara karena deket sama guru atau wali kelas. *eh

Memang nggak semua juara kelas dan juara umum biasa-biasa kok. Aku juga nggak berniat men-judge.

Sang juara dituntut untuk serba bisa, padahal sebenarnya mereka hanya jadi biasa-biasa saja.

🙂

Itulah kenapa nggak perlu ngoyo cari cara menjadi juara kelas. Kalau bisa jadi juara kelas ya syukur tapi kalau nggak ya nggak apa-apa. Tau kenapa? Yang perlu kamu pikirkan adalah gimana kamu jadi spesial di satu bidang tertentu. Percayalah, keistimewaan itu akan ngebantu kamu nanti di masa depan! Ngga jadi orang ‘rata-rata’.

Kamu mungkin suka tulisan ini!

1 Comment

  1. aku juga dl dekat sama wali kelas makanya dikasih rangking #Eh hehehe

    tp ketika lulus, akhirnya saya sadar. di dunia nyata juara kadang gak jadi apa2 kalo gak mau usaha

Leave a Reply