Mudah dan Murah, Tapi Bingung Cara Membeli Reksadana?

Mudah dan murah – katanya. KATANYA lho, ya. Mari kita buktikan. Aku cukup interest dengan salah satu jenis investasi satu ini. Sudah lama. Karena berkecimpung di dunia penulisan sebagai ghost-writer, aku pernah beberapa kali harus menulis topik mengenai reksadana. Apalagi sejak kerja di salah satu financial technology start-up bikin aku mau tak mau harus belajar soal produk perbankan, investasi, bisnis dan sebagainya. Padahal dulunya aku nggak suka banget topik-topik ini. Haha.

Tapi memang benar, setelah aku simpulkan dari hasil riset sendiri – reksadana memang mudah dan murah. Instrumen investasi satu ini pun jadi rekomendasi terbaik bagi kita para pemula di dunia investasi.

Kenapa Harus Investasi?

“Kenapa sih harus investasi, Hel? Kan bisa menabung aja? “

For info saja, inflasi 7% per tahun. Bahkan, jika dibandingkan dengan bunga deposito saja masih tertinggal jauh, yap, bunga deposito hanya di kisaran 3%! Yang aku inget dulu sekitar 3 apa 4 tahun lalu makan di resto favorit aku dengan duit 80ribu ke 100ribu udah bisa makan berdua dan kenyang banget. Sekarang, makan di situ nggak cukup lagi bawa duit 100ribu buat berdua.

😀

Nah, salah satu cara yang bisa kita lakuin ya investasi. Investasi sebenarnya bisa dalam bentuk apa saja, mulai dari invest properti, main saham, logam mulia dan sebagainya. Yang penting nggak investasi bodong aja kayak skema ponzi yang pernah aku tulis. Haha. Tapi kamu tau kan kalau mulai investasi semacam itu lumayan juga dana awalnya.

Berapa tahun coba bisa ngumpulin duit buat beli rumah atau tanah? Buat aku yang kere gini sih mungkin lama banget. Plus, itu tadi INFLASI. Waktu duit udah kekumpul, eh harga tanah ama rumah udah melambung tinggi. Kalau main saham, hmm.. Cukup rumit. Aku aja sampe sekarang nggak ngerti. Dari beragam sumber yang aku dapetin, memang investasi reksadana adalah salah satu alternatif terbaik. *beneran bukan ngelebih-lebihin lho ya*

Belajar Investasi Reksadana

Apa Keunggulan Investasi Reksadana?

  1. Dana awalnya beneran murah.

Started by 100k only. Jadi bisa buang jauh-jauh pemikiran bahwa investasi itu hanya buat orang tua. Kita anak muda justru harusnya lebih peka sama yang namanya masa depan.

🙂

  1. Lebih mudah

Sederhananya, kalau kita main saham, kita sendiri yang harus mantau dan mengambil keputusan. Nah, kalau reksadana, dana kita akan dikelola sama manajer investasi. Tapi maka dari itu pula penting untuk pilih manajer investasi yang kredibel serta track-record-nya bagus, ya.

  1. Lebih fleksibel

Kita bisa kapan saja menjual atau membeli saham. Oiya, selain itu, hasil investasi di reksadana juga bebas pajak. Jadi, hasil yang kita lihat itu udah dana bersih. Ada beberapa jenis reksadana yang bisa kita pilih sesuai dengan profil ataupun tujuan investasi kita.

Ada 4 jenis reksadana, yaitu: reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Kamu bisa baca di Wikipedia untuk penjelasan lebih detil. Hehe. Atau, boleh tanya-tanya langsung ke pakarnya, salah satunya adalah Danareksa Investment Management.

“Investasiku Masa Depanku” by Danareksa

And finally, thank for @emak2blogger yang udah ngundang aku buat join acara bertajuk “Investasiku Masa Depanku” yang digelar oleh DanaReksa Investment Management. Aku seneng banget! Beneran excited. Caused itu tadi selama ini aku tau soal reksadana dan memang pengin banget buka rekening reksadana, tapi ya itu agak ragu-ragu dimana dan gimana cara membeli reksadana.

Investasiku Masa Depanku

Danareksa Reksadana

Acara yang digelar di The Terrace Senayan National Golf Club ini kemarin dihadiri oleh awak media, portal dan juga komunitas-komunitas yang ada di Jakarta, termasuk @emak2blogger. Dimulai dengan aktivitas yoga sekitar jam 7. Bukan cuma dompet yang perlu sehat tapi juga tubuh, kan? Tapi aku nggak ikut karena telat dan malu juga sih. Hihihi.

Sebelum talkshow dimulai, kita diajak buat financial check-up. Kita bisa cek kecukupan dana pensiun, persiapan dana liburan, dana pendidikan dan juga cek kebutuhan lainnya. Ada 4 booth disediain buat keempat kategori tersebut. Yang paling menarik buat aku adalah ketika cek dana pensiun.

Aku sempet cek dana pensiun yang aku butuhkan untuk 31 tahun ke depan. Anda you know how much I have to save for a month? Sekitaran 4 juta per bulan. Nilai kebutuhan sekarang dan 31 tahun ke depan pasti jauh berbeda, kan? Makanya, kemarin di acara itu, Pak Wiko salah satu pembicara dari Danareksa bilang: “Makin panjang, makin sedikit”. Artinya, makin cepat kita memulai tentu kita punya waktu lebih panjang sehingga kita bisa menabung lebih ringan. Tidak diburu.

Iyap! Kemarin ada Om Farhan penyiar itu lho, terus ada Mba Prita Gozhie (Financial Expert) yang udah mulai investasi sejak usia 16 tahun, Bok! Lalu, ada Pak Wiko dari Danareksa sekaligus juga penulis buku tips finansial. Ada banyak tips dan motivasi soal keuangan dan reksadana, yang overall udah aku jelasin di awal artikel.

Danareksa punya produk spesial bernama “Investasiku Masa Depanku” atau IMD. Kenapa harus dana pensiun?  Seperti yang aku bilang, dana pensiun itu nggak sedikit. Bahkan nggak cukup mengandalkan kantor saja. Nah, salah satu produk reksadana dari Danareksa ini ada yang memang ditujukan sebagai dana pensiun.

😉

Nah, kembali ke cara membeli reksadana, bagaimana caranya?

Kita bisa registrasi di http://reksadana.danareksaonline.com. Investasi mulai dari Rp 200 ribu saja. Bisa auto-collection juga langsung via Bank BCA, jadi nggak akan lupa untuk sisihkan uang buat dana investasi. Atau, kita juga bisa coba beberapa produk reksadana lainnya yang ada di Danareksa.

Jadi, nggak bingung lagi kan mau beli reksadana dimana dan bagaimana? Bener-bener gampang kok!

Kamu mungkin suka tulisan ini!

6 Comments

Leave a Reply