Calon Masa Depan, atau Calon Masa Lalu?

Kadang kita terlalu berani – dengan mempertaruhkan masa lalu dan terlalu percaya diri terhadap masa depan. Ya, lebih tepatnya calon masa depan. Halah. Sementara dengan masa lalu, kamu masih belum berani untuk benar-benar menjadikannya masa lalu sehingga masih ada label “calon” juga untuk masa lalumu – CALON MASA LALU.

Calon Masa Lalu:

  1. Pengalaman masa lalu yang menyakitkan menjadi salah satu alasan kamu move on darinya. Semua manusia memang tidak sempurna tetapi pertanyaannya: Apakah bisa benar-benar berubah? Tetapi kemungkinan besar apa yang sudah menjadi tabiat seseorang sulit untuk dilepaskan. Bukan bermaksud untuk menyalahkannya namun kamu harus bertanya pada diri sendiri: Apa aku bisa menyeimbangkan sifatnya dan menerimanya?
  2. Terlebih ketika kamu menyadari kamu yang terlalu berjuang untuk (calon) masa lalumu itu… Ya sudahlah. Sepertinya tepat kalau kamu harus meninggalkannya. Namun bagaimana kalau dia terus-menerus berjuang untuk mendapatkan simpatimu lagi? Hmm, semoga saja begitu.
  3. Jangan pernah memaksakan untuk tidak menyukainya lagi ataupun untuk benar-benar menyukainya lagi. Apapun yang namanya TERLALU hanya bisa kamu nyesek dan nyesel juga kesel.

Calon Masa Depan

Calon Masa Depan:

  1. Faktanya masa depan akan selalu memberi yang terbaik padamu, asalkan BERSABAR. Aku suka dengan quote ini: “Kamu ngga akan tahu kejutan apa yang ada di esok hari” ~Helda, penulis, selalu optimis. Bagaimana kamu tahu masa depanmu kalau kamu selalu stuck dengan masa lalu?
  2. Masa lalu cuma satu tetapi masa depan itu banyak. Perlu takut? Makanya harusnya kamu belajar dari masa lalu yang cuma satu itu. Sekarang kamu lebih punya banyak pilihan – bukan hanya soal siapa si masa depanmu tetapi juga seperti apa dan apa saja yang terkait dengan si masa depanmu.
  3. Hati-hati dengan hatimu. Maksudnya? Masih ingat dengan kenangan masa lalumu? Gimana kamu begitu optimisnya ketika awal berkenalan dan pendekatan? Gimana kamu terlalu mencurahkan perasaanmu di saat sebenarnya waktu tak tepat ataupun situasi yang tak tepat – yang menjadi salah satu fondasi rapuh pada hubungan kalian? Dengan berani menatap masa depan – harusnya sih kamu lebih siap untuk menata hatimu sedemikian rupa. Lebih dewasa.

Yang pasti kamu harus membuat pilihan. Jangan egois dengan tetap menggenggam masa lalu dan mencoba meraih masa depan. Pilih salah satu. Tulisan ini buat kamu yang selalu teringat masa lalu dan yang tidak berani melihat masa depan. Takut kalau-kalau di masa depan ternyata tidak ada yang seperti si masa lalu dan takut tidak ada yang menemani hari-harimu dalam waktu dekat. Aku bilang: Memang tidak ada yang seperti si masa lalu di masa depan dan dalam waktu dekat kamu mungkin akan merasa sendiri. Tetapi…

Ketimbang kamu kesulitan menghapus semua coretan lukisan lama dan membuat yang baru. Kamu bisa melukis masa depan dengan kertas putih bersih yang tentunya jauh lebih indah.

~Tulisan ini sudah pernah dipublikasi di cuap.helda.info, kalau tidak salah tahun 2013 lalu. Nemu arsip di laptop :’D

Kamu mungkin suka tulisan ini!

4 Comments

  1. Masa depan penuh dengan misteri, masa lalu penuh pelajaran. Membawa pelajaran dari masa lalu untuk masa depan yang penuh misteri, bukan hal yang gak mungkin. Yang penting berusaha untuk “tidak jatuh di lubang yang sama”. Thats the point.

    Selamat datang kembali di dunia ini, Hel.

  2. haha move on selalu jadi masalah ya, tapi kalau udah seumur helda, move on itu hal yang nyenengin. Karna setiap orang yang udah mampir di hidup kita selalu ngajarin sesuatu yang belum pernah kita dapet.

Leave a Reply