50 Tahun Bina Swadaya: Kembali Muda

Saat dengar nama Bina Swadaya, jujur saja, aku tak tahu. Akan tetapi, jika sebut BPR atau Trubus, aku akan langsung ingat masa kecilku. Mamaku dulu adalah nasabah BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Sementara itu, Trubus sendiri selalu nangkring di perpustakaan. Kayaknya hampir semua dari kita bakal inget Trubus merupakan media informasi cetak yang menyediakan beragam informasi mengenai alam, khususnya bidang pertanaman, pertanian dan lainnya, kan? Nah, sebagai informasi saja, Bina Swadaya adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang menyediakan kedua layanan tersebut.

Didirikan pada tanggal 24 Mei 1967, Bina Swadaya memang memfokuskan diri untuk melayani dan memberdayakan masyarakat sebagai bentuk sumbangsih pada masyarakat Indonesia khususnya. Tidak hanya kedua ‘produk’ yang telah aku sebutkan, Bina Swadaya senantiasa berinovasi dengan ‘produk-produk’ lainnya. Jadi, Bina Swadaya bukan sekadar berbisnis namun membantu masyarakat untuk berwirausaha.

Turut Hadir di Perayaan 50 Tahun Bina Swadaya

50 Tahun Bina Swadaya
Anak muda bergabung sama generasi senior. 😀

Pasti kalian sudah kebayang bagaimana rupa seorang yang sudah berusia 50 tahun, bukan? Tua dan mungkin kadang kita yang muda-muda sering kali mengidentikkan dengan sifat konservatif. Ketua Pembina Bina Swadaya pun mengakuinya. Oh ya, pendiri Bina Swadaya yang kini mungkin berusia 70-an juga hadir di acara ultah emas Bina Swadaya. Namun, ada yang unik di perayaan 50 tahun Bina Swadaya tahun ini – mereka kembali muda! Lho?

Aku, sebagai salah satu generasi milenial, yang turut hadir merasa bahwa ini sebuah kehormatan dan penghargaan besar turut hadir di gelaran ini. Tak hanya aku saja, ada teman-teman muda lainnya yang kukenal, seperti Uni Dzalika, Affifah, Kak Melly dan Riyardi Arisman serta yang lainnya pun ikut diundang melalui komunitas ISB (Indonesia Social Blogpreneur). Belum lagi mereka yang tak kukenal, ya. Spesialnya lagi adalah di perayaan 50 tahun Bina Swadaya, penghargaan yang setiap tahun mereka berikan – kali ini – dikhususnya bagi generasi muda!

🙂

50 tahun Bina Swadaya
Pemotongan tumpeng 50 tahun Bina Swadaya. Credit: @riyardiarisman

Bertempat di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jum’at tanggal 14 Juni 2017, serangkaian kegiatan puncak HUT 50 Tahun Bina Swadaya digelar. Bertajuk “Merajut Swadaya Nusantara” yang juga bertepatan dengan pemberian penghargaan tahunan “Trubus Kusala Swadaya”, rangkaian acara berjalan dengan lancar dan ada cukup banyak hal-hal menarik yang aku peroleh. Dimulai dari sambutan Ketua Pengurus Bina Swadaya, kemudian pemutaran video perjalanan dari masa ke masa Bina Swadaya, sambutan Ketua Pembina Bina Swadaya, ada pula pertunjukan musik dari kawula muda D’Bamboo Essential. Kemudian, dilanjutkan dengan peluncuran buku PALUGADA. Oh ya, aku dapat satu bukunya plus buku-buku lainnya. Seneng banget karena tetep buku adalah jendela dunia meski sudah ada Internet sekalipun. Nah, acara paling penting adalah penganugerahaan Trubus Kusala Nusantara dan pengumuman transformasi Bina Swadaya.

Ini bukan sekadar acara biasa menurutku karena aku bisa jadi saksi inovasi terbaru Bina Swadaya yang tengah memasuki usia senja namun ternyata malah semakin muda. Tempo hari, salah satu transformasi terbesar yang dibuat oleh Bina Swadaya adalah menunjuk generasi muda melanjutkan menjabat sebagai pimpinan Bina Swadaya. Yang kedua adalah penghargaan terhadap generasi muda yang telah beri kontribusi pada masyarakat melalui penghargaan Trubus Kusala Swadaya. Nah, yang ketiga akan kusebutkan di bagian akhir. Penasaran, ya?

Penerima Penghargaan Trubus Kusala Swadaya

Ketika memasuki auditorium, aku disuguhkan beragam booth kerajinan dan produk-produk lokal yang kece. Kalian bisa lihat foto-foto berikut. Surprise! Beberapa di antara mereka ternyata akan menerima penghargaan tho. Bukan berarti yang tidak menang tidak bagus, ya. Semua sangat sangat layak diacungkan jempol! Ini karena anak-anak muda ini masih mau terjun ke dunia wirausaha dan bahkan ada yang jadi petani dan peternak lho! Dimana saat ini muda-mudi mungkin rada enggan kali ya untuk mencoba beberapa profesi tersebut yang sebenarnya sangat mulia!

50 tahun bina swadaya
Beragam karya kawula muda

Adapun penerima penghargaan tahun ini, antara lain:

  • Reka Agni

Mba Reka Agni berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori personal karena kontribusinya terhadap dunia pertanian. Mba Reka memberdayakan para perempuan di daerahnya di Sukabumi dan mencoba bercocok tanam di wilayah dengan tanah yang sebenarnya tidak begitu bersahabat. Oh ya, Mba Reka ini lulusan IPB, lho. Kerenlah, doi mengaplikasikan ilmunya. Oh ya, suaminya juga mendukung kegiatannya tersebut.

  • Virage Awie

Komunitas Bambu Indonesia menerima penghargaan kategori kelompok. Komunitas yang digagas oleh Virage Awie tersebut mempopulerkan alat musik yang menggunakan bahan dari bambu. Nggak hanya itu saja, pemuda sekitarnya yang masih menganggur turut diajak untuk diberdayakan.

  • Hysteria

Ada dua kelompok yang menerima penghargaan di kategori kelompok. Nah, satu lagi adalah komunitas Hysteria dari Semarang yang memiliki program “merawat kampung”. Caranya adalah dengan melukis kampung serta mengenalkan sejarah kampung. Keren!

  • Lodan Doe

Nah, Lodan Doe menerima penghargaan untuk kategori khusus. Komunitas ini sangatlah unik! Berasal dari Nusa Tenggara Timur, Lodan Doe menginisasi pemberdayaan perempuan yang telah menjanda untuk arisan yang tidak biasa. Bukan menggosip! Justru mereka sangat aktif dengan beragam kegiatan yang bahkan menghasilkan materi, contohnya saja arisan tenun, arisan bangun rumah serta mendirikan swalayan bernama Pekka Mart.

Bentuk-bentuk kewirausahaan sosial yang sesuai dengan visi misi Bina Swadaya inilah yang menjadi tolak ukur penghargaan Trubus Kusala Swadaya. Penghargaan kali ini menginjak tahun ke-5 dan tahun ini benar-benar spesial.

Saat Trubus Bertransformasi Sesuai Perkembangan Zaman

Peluncuran situs web Trubus.id
Peluncuran situs web Trubus.id

Kalian mungkin sudah dengar bahwa beberapa majalah justru nyungsep dan bahkan ada yang tutup. Namun, Trubus masih berjaya hingga kini! Peralihan media baca masyarakat, khususnya kawula muda, memang menjadi salah satu faktornya. Hal ini pulalah yang membuat Trubus tak terlena dengan kejayaan tersebut. Trubus senantiasa berinovasi sesuai perkembangan zaman. Tahun 2017 ini menjadi ‘lompatan’ yang cukup tajam dengan transformasi baru Trubus – memasuki dunia generasi milenial.

TRUBUS.ID telah hadir di perangkat digital! Yap! Sekarang kita sudah bisa baca beragam informasi menarik yang senantiasa dihadirkan oleh majalah Trubus via gawai, melalui situs web Trubus.id. Bina Swadaya, melalui situs web Trubus.id ingin mengajak generasi muda turut menjaga alam agar tetap hijau dan lestari melalui konsep The Green Digital. Terdapat konten-konten menarik yang kekinian *istilah anak muda banget ya* baik dari konten alam dan pertanian serta gaya hidup dan peristiwa terbaru yang ada di masyarakat. Situsnya mobile-friendly, lho! Logonya juga anak muda banget dengan font warna-warni. Hihihi.

Acara kemarin pun ditutup dengan penampilan tarian modern dari anak-anak muda. Semoga Bina Swadaya panjang umur dan terus berinovasi sesuai perkembangan zaman. Oh ya, tetap di hati anak muda juga!

😉

Kamu mungkin suka tulisan ini!

2 Comments

  1. Trubus itu mempunyai kelebihan yang sama dengan national geographic. Walaupun sudah edisi tahun lama, masih enak dibaca karena tulisannya tidak lekang oleh zaman.
    Tapi memang mau tidak mau media cetak harus mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan tulisan online.

Leave a Reply