Maklumilah! Anak Broken Home itu Rapuh

Terdengar terlalu mellow? Atau, seperti dilebih-lebihkan? Faktanya, anak broken home itu memang suka mellow dan kadang melebih-lebihkan. Kamu yang hidupnya ‘normal’ saja pasti pernah mellow atau bahkan koar-koar di media sosial mengeluhkan hidupmu.. Apalagi kami yang tak punya tempat peraduan.

🙂

Memaklumi, iya. Aku sendiri memaklumi ketika ternyata jadi seorang yang sukses itu sulit ketika kamu dihadapkan pada kenyataan hidup seperti ini. Memaklumi jika kita pernah jatuh. Ayolah, jangan munafik! Kamu yang punya ortu lengkap saja di sisimu mungkin juga memberontak. Paling tidak memberontak kepada kehidupan, jika bukan pada orangtuamu. Apalagi kami. Yang bahkan tidak tahu sebenarnya memberontak pada apa dan siapa.

Sepertinya aku sendiri mulai larut ketika menuliskan ini.

Aku ingin mengajak kalian untuk memaklumi kami anak-anak broken home akan tindakan kami. Kalian mungkin jengkel berpikir: “Hei, Bodoh! Bodoh sekali kalian mau menenggelamkan diri sendiri. Wake up! Jangan terlalu dipikirkanlah, jangan terlalu nganggep diri paling menderitalah. Kita semua punya masalah”.

…tapi sayangnya, kami tidak ingin masalah kami dibanding-bandingkan. Kami tidak menganggap bahwa kami paling menderita. Hanya saja…


anak broken home

  • Tidak tahu harus mengadu pada siapa

Papa-Mama mungkin masih ada secara fisik, tapi mereka cukup melukai hati. Bertengkar terus-menerus bikin anak-anak broken home kurang percaya pada ortu, bukan?

Di lain pihak, ada salah satu ortu yang memang benar-benar jadi korban. Akhirnya, apakah Ibu atau Ayah yang jadi korban, mereka yang jadi korban tak dipungkiri akhirnya berfokus pada penderitaan mereka. Katakanlah mereka benar-benar peduli pada anak-anak tetapi anak pun akhirnya harus ikut merasakan penderitaan itu, kan? Mereka tidak bisa memeluk ibu atau ayah mereka dengan perasaan gembira, melainkan memeluk karena perasaan sedih ikut merasa menderita.

I watched you die

I heard you cry every night in your sleep

You never thought of anyone else

You just saw your pain

~ Because of You, Kelly Clarkson.

Anak broken home lainnya benar-benar kehilangan kedua orangtuanya. Kalau sudah begini…

  • Teman jadi sandaran

Tidak bisa curhat ke ortu, akhirnya ya curhat ke teman. Syukur kalau dapat teman yang ‘baik’. Sayangnya, ada beberapa anak broken home yang malah bergaul dengan teman-teman yang kurang baik. Atau yang lain malah jatuh ke pelukan pacar brengsek!

Begitupun, meski memiliki teman terbaik sekalipun atau orang dewasa yang ibarat orangtua, kadang mereka tidak sepenuhnya mengerti keadaan kita. Bisa jadi dia tidak paham akan kondisi kita atau dia juga dalam masalah yang sama atau masalah yang lain. Meski dikelilingi teman-teman yang baik, ada kalanya, anak broken home benar-benar merasa kesepian.

Kasih orangtua sendiri tetap tidak tergantikan.

  • Alkohol, obat-obatan dan pesta jadi pengalihan

Percayalah! Anak broken home itu rapuh. Di saat-saat kesepian tersebut, alkohol mungkin jadi teman paling mengerti. Yang paling parah sih ketika sayangnya ada yang malah menghibur diri dengan party habis-habisan, bahkan sampe mengonsumsi obat-obatan kejam itu. Ayolah, akui saja, kita pernah jatuh ke kubangan dosa. Roh sebenarnya penurut tetapi daging lemah. Mereka yang punya ortu lengkap pun bisa jadi begitu, apalagi kita.

anak broken home (3)

  • Depresi dan menyakiti diri sendiri

Akhirnya, apapun yang anak broken home lakukan, mereka tetap harus hadapi kenyataan. Sayangnya, kenyataan tetap pahit seakan ingin membuat mereka harus mengeluarkan air mata sejadi-jadinya dan berteriak sekencang-kencangnya – namun tidak bisa! Menyakiti diri sendiri ntah dengan menyayat kulit tubuh mungkin bisa mengekspresikan kesakitan hati itu. Anak lain masih waras alias masih punya rasa takut untuk mati, sekali lagi alkohol dan mendekam diri, menangis dalam hati, tidur… Jadi pelampiasan terbaik. Atau, mungkin ngomel-ngomel sendiri di media sosial.

Had a face like an angel, but inside my heart was as black as a broke movie screen

~Because of You, Lana Del Rey.

Hey, Dear! Sayang sekali kisahmu hanya sampai di situ. Jangan simpan untuk dirimu saja. Sampaikan ke seluruh dunia. Dramatisir lagi kisahmu hingga menarik perhatian khalayak umum.

Tidak perlu membagikan foto sayatan di nadimu. Tidak perlu juga untuk menyayat kulitmu yang bagus. Cukup rangkai sebuah cerita saja. Bagikan sebagai tulisan, lagu, foto, posting yang lebih elegan di media sosial ataupun apa pun itu yang bikin orang lain berdecak kagum padamu. Foto sayatan nadimu hanya akan jadi tontonan dan gunjingan saja bagi mereka. Lagipula, bagaimana kamu bisa berbagi kisah kalau kamu memilih mati? Jadi, Mengapa tidak menyajikan tontonan yang lebih baik lagi bagi mereka, yang lebih menjual, yang bikin mereka terperangah oleh karena kisahmu begitu menarik, begitu menyentuh. Apalagi kisah itu diungkap oleh dirimu sendiri.

Hey, kamu yang ngakunya anak broken home..

Baca Juga: Terlahir dari Keluarga Broken Home, Jangan Jadikan Alasan!

Menyelam tentu jadi atraksi yang jauh lebih memuaskan daripada hanya sekadar menenggelamkan diri ke dalam air, bukan?

Kamu mungkin suka tulisan ini!

60 Comments

  1. aku bisa ngerasain kok… ortuku sih masih lengkap mba.. tapi dulu jaman2 aku msh sekolah mrk sering bgt berantem.. sampe lempar piring, pukul, teriak2.. Huhhh, itu aja udh bikin aku ga betah utk tinggal di rumah.. makanya sejak smu aku udh merantau… dan pas kuliah lgs milih ke LN sekalian dan full 4 thn, aku ga prnh mau pulang… selesai kuliahpun, lgs merantau lg k jkt… jauh dr ortu di medan.. semuanya ya karena masih males dengerin mrk yg berantem mulu itu..

    skr sih, mungkin krn udh tua juga ya, frekuensi ributnya udh ga sesering dulu.. tp telanjur bikin aku ga bisa utk deket lg ama mrk… sesekali kita saling nelpon, tp ya cuma itu.. jauh dr kesan akrab ortu dan anak .. cm toh krn aku udh berkeluarga jg skr, aku ga gitu mikirin sih..

    1 hal, aku ga mw anakku ngerasain apa yg dulu aku rasain 🙂

  2. Hmmm.. ternyata memang smua anak broken home merasakan hal yang sama. Aku udah lewatin beberap proses diatas, dan sekarang bisa berdiri tegak di atas dua kaki ku sendiri buat buktiin ke orang2 kalau anak broken home bisa jadi orang berhasil 🙂
    Tetep semangat dan deketin diri sama Yang Diatas ya :*

  3. “You can’t change the wind, but you can adjust your sail.”

    Selama ini aku pegangan sama kalimat itu aja 🙂 Soalnya kita kan nggak bisa milih terlahir dari keluarga yang kayak gimana.

  4. Kadang orang bukan sahabat.
    Meskipun orang tua gw lengkap
    mereka enggak memahami anaknya.
    Dan yeah, itu jadi motivasi bahwa jika gue dipercaya untuk punya seorang anak. gw akan jadi sahabatnya yang paling dekat dr siapa pun

  5. Saya juga anak broken home tapi gak kayak diatas.
    Sejak kecil orang tua saya sering bertengkar bahkan tiada hari tanpa bertengkar. Saya nakal bahkn pas smp pernah di DO tapi ya alhamdulilah senakal”nya saya paling cuma bolos rokok gak smpe mabuk apa macem” sma cewe.
    Alhamdulilah Sejak kecil saya dididik dengan agama
    Komunikasi sama keduanya pun masih erat aja.
    Ohya yang katanya pacar brengsek itu mungkin kembli ke pribadi sendiri aja yah pacranya gimana

  6. Haha aku anak broken home.. diluar aku hanya tertawa saja.. tapi aku selalu menangis.. sudah penuh dengan teman tapi tetap rasanya sepi sunyi kesepian.. aku nangis bacanya karena aku memang merasa seperti itu.. apalagi saat ibu bilang perceraian gak papa liatlah anak ku gak papa.. maugamau aku iya ajah.. padahal sakit.. kadang iri banget sama mereka yang lengkap. Rasanya aku terbuang.. anak adalah buah hati cinta tapi saat hati itu tersakiti sang anak pun tersiksa.. menyakiti diri, mencoba bunuh diri tapi masih takut tuhan.. menjerit mengeluh menyalahkan diri sendiri.. merasa menjadi penyebab perceraian.. sakit.. sudah tertawa berkali” pada akhirnya tetap menangis.. Haha…
    Aku rasa aku sedikit tertekan.. mereka gatau.. gatau… aku gabisa ngungkapin perasaan ku… gabisa berekspresi.. gada tempat pengaduan… hanya anak pembawa sial Haha… tapi aku sayang mereka orang tua ku.. karena aku anak kalian lakukanlah sesuka hati kalian.. aku hanya seorang anak.. seorang anak yang baik..

    1. Tetep semangat dan keep strong ya, Chelsea. 😉 Walau jatuh berkali-kali, kita tetap harus bangkit. Di masa depan pasti yang terbaik akan kamu miliki.

      1. Benar sangat setuju kak kadang ngerasa dunia sangat tdk adil bagi sya n anak2 broken home lain mgkn sya memang gak cukup kuat hanya menangis, kehilangan kepercayaan diri, pesimis akut , kadang mau bunuh diri tpi msih takut Tuhan, ditambah lagi dgn keadaan sya yg anak tunggal tdk ada sandaran sama sekali pantang utk menceritakan ini ke teman2 termasuk sahabat terdekat dll , sya merasakannya knp anak2 yg tdk berdosa harus merasakan juga ketidakharmonisan ortu yg pada akhirnya menjadi masalah utk kami, kata org bijak selesaikanlah masalah cri solusinya but apalah daya kami sementara ini bukan masalah kami meski rasanys jauh lebih menyedihkan dari sekedar masalah kami sndiri putus cinta atau masalah sekilah/kuliah.

        Doaku sama kak mulai saat itu sya berdoa hingga sekarang atau disaat termenung lagi, semoga keturunanku kelak tdk menderita sepertiku, semoga klo berumah tangga nnti bisa punya keluarga bahagia tdk seperti saat ini ☺

    2. Kuat mbak kita pasty kuat aqw jga sering gitu klo lagi gc bisa kontrol emosi tpi gc sampe mbuk atau apa pun kok… mungkin smua ank broken home memiliki perasaan yg hampir sama…?kita bersbar ajha dan terus berusaha agar saat kita berkeluarga nnti anak kita nggak ngrasain hal yg sama sperti yg pernah kita rasain sekarang

  7. jadi ikutan sedih bacanya ,,
    jadi tambah sedih setelah baca komentar ,,
    orang tua gw utuh tp hmpir tiap hari adu mulut ,, sumpek gw dengerny kdang gw sampe kepikiran apa gw bsk harus berkeluarga jg ?
    tp gw berusaha tegar , dan hal ini pula yg memotivasi gw buat jd ayah yg lebih baik ke depan ,, gw ga mau anak gw besok ngerasain apa yg pernah gw rasain ,,,

  8. Yahh Emang Gitulah Anak Broken Home..
    Gua Bisa Ngertilah, Yahh Walaupun Orang Tua Lengkap, Tapi Kedua Orang Tua Gua Gak Pernah Punya Waktu Luang Untuk Gua, Sejak SMP. Jadi Otomatis Itu Sedikit Mengubah Gua Menjadi Pemberontak, Mulai Males Sekolah, Sering Bolos, Sering Mabok Bahkan Pernah Makek Obat, Tapi Setelah Gua Lulus SMA Dan Sekarang Udah Kuliah, Gua Gak Pernah Lagi Menjadi Pemberontak, Karena Gua Sadar Masa Depan Gua Lebih Penting, Dan Bukan Hanya Gua Yang Menderita, Di Luar Sana Masih Banyak Orang Yang Lebih Menderita, Jadi Untuk Apa Gua Harus Berlarut-Larut Dalam Kesedihan.

  9. Akupun merasakan hal yang sama. Untuk mengatasi rasa sepi dan sendiri itu caranya harus bisa menyibukkan diri dengan hal positif, contoh ikut organisasi☺ semangat!

  10. betul mba. banyak anak-anak bh yang hancur dan memilih jalan negatif dan tapi ga semuanya juga masih ada kok yang membuktikan bahwa broken home bukan awal dari segala kehancuran. malah dengan apa yang tlah terjadi kita semakin kokoh dan kuat. karna tangisan dan air mata yang kita jalani selama ini akan tergantikan oleh keberhasilan yang tiada batasnya. karna anak broken berpengalaman untuk mengatasi hal2 kerasnya keadaan!

  11. Jadi ank broken home itu sulit bagi ku..sampai” aku membnci klurga ku sndrii..

    Bahkan aku ngerasa hidup d dunia ini cuman aku sendri

  12. Yep!
    Semua telah saya rasakan, kalau tentang terjerumus ke dalam hal-hal negatif, saya belum pernah, kalaupun pernah sih, hanya sebatas membolos dan memberontak, yang sering saya lakukan hanyalah berdiam diri dan mengisolasi diri dari kehidupan luar. Membatasi jarak pertemanan dan lebih suka merenung tentang kehidupan.
    Kalau dalam tahap kesepian ataupun down mental, saya melampiaskan nya kedalam bentuk lukisan/gambar. Walaupun tak punya teman, hidup saya ndak terlalu membosankan. Atau mungkin, perasaan saja ya?

  13. Padahal, gw memilih 3 tahun mondok karena gw kangen banget kebersamaan bareng keluarga gw,.soalnya kalo gw ampe lulus 6 tahun disono pasti gw bakal kekurangan kebersamaan bareng keluarga gw dan pasti gw udh sibuk kuliah dan karir gw, tapi nyatanya kehadiran gw dirumah smuanya udh beda dan sangat berubah. Nyokap bokap sering banget cekcok, ga kaya dulu. Beda bangett.. gw mau mulai semangat belajar di skolah baru di SMA di awal jenjang SMA, tapi dukungan ga ada dari orang tua bahkan keluarga gw. Mereka cuma sibuk bertengkar dan sibuk ama kerjaan masing masing. Sedang kakak dia udh hampir angkat tangan nanggepin ortu yg keadaannya makin parah gini . Disini gw mulai ancur smuanya ancur, smangat gua ga ada smaskali. Gw samasekali ga mau nunjukin apa yg gw alamin di dpn org” . Gw pengen org org tetep terhibur dengan adanya gw. Tetep jadi gw yang biasanya. Tapi itu lebih baik menurut gw daripada gw harus ngurung diri dan stress mikirin masalah gw. Dan endingnya. Nyokap bokap gw pisah. Gatau apa yang gua rasain, rasanya brantakan rasanya ga ada artinya lagi kebahagiaan gw tanpa hadirnya orang tua gw buat lengkapin kebahagiaan hidup gw. Tapi kita haris tetap semangat. Karena hidup dan perjuangan kita ga cuma sampe sini . Ingatlah. Allah mempercayai bahwa kita adalah orang yang kuat yang pasti sanggup menerima sgala ujian dan bisa mncoba menerima apa yang telah ditakdirkan olehnya. Tetep smangat yaa

  14. wow dan untuk bagian lari ke alkohol,party ke club dugem,drug,obat obat tan yah emang sih saya suka jadiin itu pelarian akibat lingkungan juga i dont have many words to saying about what im fell and my story but my friend always say and talk to me to never give up and keep walk to ficture

  15. Aku juga termasuk anak broken home bosen dengerin ortu ku berantem setiap hari,Memang betul anak broken home itu lemah,Dan cenderung pendiam,Ketika aku bersama temanku aku tertawa puas,Tapi ketika dirumah aku cuma bisa nangis,Aku srlalu jdi pelampiasan amarah ibuku,Rasanya aku ingin mengakhiri hidupku,Aku bukan takut mati,Tapi aku takut akan dosa ku.Hati seorang anak broken home itu lebih kuat,Diabandingkan hati anak2 yg tidak mengalami broken home..Kita harus kuat,!!!

  16. aku juga termasuk..
    cukup kita pendam aja kesedihan kita, kita ceritakan kepada mereka yg tidak seperti kita hanya sia-sia.
    cukup kita jalani hari selanjutnya, sekuat hati sekuat fisik kita, untuk mimpi kita….. memiliki keluarga bahagia sederhana.

  17. Aku juga termasuk anak broken home. Mencoba menghibur diri sendiri dengan bergaul dan tertawa bersama teman,tapi pada akhirnya aku akan kembali rapuh. Aku akan kembali menyalahkan hidup ku,menyalahkan orangtua ku,dan menyalahkan diri sendiri. Tapi aku tidak bisa seperti itu terus,karna hidup ini harus tetap berjalan.

  18. Cerita kita sama bos , gua lebih dari kalian2 hidup gua 3 tahun dijalanan Ga ada yg ngurusin gua , akhir nya gua depresi setiap hari akohol kawan gua , lega rasa nya bisa cerita

  19. Aku jga anak broken home. Ortu ku bercerai ketika aku kelas 5 sd disitu kasih sayang, perhatian tak pernah kudapatkan lagi, aku hidup bersama nenek, kakek dan tante ku. Merekalah tempat bersandar ku saat itu,setiap kali aku melihat keluarga yng utuh didalam benaku paling dlm aq sangat menginginkan itu. Setiap hari aku menangis meratapi apa yng terjadi pada hidupku kadang kala aku memberontak pada mereka. Tak berapa lama ibu ku menikah kembali disitulah kehidupan ku benar² terasa hancur seakan ingin mengakhiri hidupku, Kasih sayang & perhatian itu sirna tak kudapatkan lagi. Sakit hati ketika melihat perlakuan ibuku yng pilih Kasih terhadap ku. ibuku lebih banyak perhatian kepada ayah tiriku,adik tiri ku, nenek ku. Hingga sekarang aku berumur 15th tak kudapatkan itu semua lagi, entah apa salah ku hingga tuhan membuat alur hidupku seperti ini ??

  20. Jadi bagaimana caranya supaya orang mengerti dengan keadaan kita yg broken home? Saya anak dari keluarga yang brokenhome, ibu saya selingkuh sampai mereka bercerai, depresi saya rasakan, tak ada teman curhat, tak ada tempat mengadu, sakit, sangat sakit. Terpukul sekali, tak ada lagi kebahagiaan, sampai saya berusaha move on dari masalah itu, tapi tak ada juga orang yg mengerti dengan perasaan seorang anak yg broken home, kecuali mereka sudah pernah merasakannya sendiri.

  21. Hai, semuanya. Aku bukan anak broken home, aku hidup berlimpah kasih orang tua dan sekitar. Aku punya rekan dan sahabat-sahabat yang sangat baik. Aku belum pernah merasakan apa yang kalian alami saat ini. Aku berdoa, agar apapun yang kalian hadapi, kalian tetap kuat. Tetap berada pada jalur yang benar. Hidup ini, dunia ini, gak akan pernah berjalan sesuai dgn apa yang kita impikan. Tetapi, kita harus terus berpikir positif. Hidup akan terus berjalan tidak peduli apapun yang terjadi, kesedihan bisa terus berlanjut sampai kapanpun, tapi waktu gak akan menunggu. Kita gak boleh sia-siakan itu, hal yang paling berharga, yang sudah kita miliki sekarang. Abaikan dunia ini, dunia dan apa yang ada didalamnya gak akan mengerti isi hati kita. Pandang Tuhan saja, Dia yang paling mengasihi kita, lebih dari apapun. Semangat! Dari sudut yang jauh disini, aku mendukung kalian lewat doa-doaku. 🙂

  22. Memang benar .aq sendiri merasakan itu
    Jatuh ke alcohol bersama teman2 ..
    Itu semua kesalahan orangtua ..jadi berimbas pada anaknya..

  23. aku juga anak broken home keluargaku brtengkar dari aku masih kecil aku gK tau kenapa selalu ada masalah yang mnghampiri keluargaku dan saat ini adalah puncak dari kehancuran keluargaku / perceraian aku bingung frustasi uda pasti aku ingin pergi dan lari jauh cuma aku kasihan sma adeku msi kls 2 sd dia blm tau apa trus klo aku pergi siapa yg ngerawat dia dlm hal ini aku bingung harus ngapain mau curhat gk tau kesiapa.jadi tolong bwt tmn* tolong bantu jawab pertanyaan ku dan apa yg harus aku lakuin? dan satu lagi kPan anak broken home akan bahagia ? help me

  24. Cara pandang anak broken home beda dengan mereka yang memiliki keluarga utuh, begitu juga dalam mengjalani kehidupan sehari hari. Hanya saja hal ini sebaiknya menjadi pelajaran bagi kita dan jangan terlalu tenggelam dalam masalah ini. Bukan salah kita kalau orang tua bertengkar, apalagi sampai pisah, kesalahan kita adalah apabila terus menerus nyaman untuk meratapi nasib. Hati broken home memang rapuh, tapi dibalik itu semua ada sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh mereka yang hidup tanpa kasus ini.

  25. Aku juga capek. Mslh ortu brantem mah udh bosen bgt kali. Sekarang tinggalnya jauh2han, papah gak pernah pulang. Aku bosen,bosen bgt liat adek ngaku2 orang lain bapaknya . gara2 dia gak bisa ngerasain kasih sayang orang tua.

  26. capek, pasti.
    aku sendiri mama udah meninggal waktu aku umur 3 tahun. papa orang nya kasar. didikan nya keras. papa nikah lagi waktu aku kelas 6sd sama janda beranak 2. semuanya masih keliatan normal. tapi mulai 3 tahun jalan nikah, papa nunjukin kalo dia sangat sayang sama adekku(anak angkat dr ibu tiriku). semuanya bahas adekku. sering kena pukul waktu ga sengaja buat dia nangis. bener” pukul sampe paha memar. dulu sih aku tipe yang gampang nangis, tapi semenjak kejadian di lempar kursi dan gaada yang perduli aku nangis. disitu aku janji buat ga nangis lagi. dan lagi waktu smp aku dibully satu kelas(fisik, kata”) udah pernah aku rasain semua, sayangnya guru bk gaperduli. papa orang nya super sibuk. berangkat pagi pulang malem, kadang pulang malem langsung ke rumah ke 2(rumah ibu tiri). kita emang pisah rumah soalnya ibu tiriku ada kerja disana dan ada klinik. sering banget dirumah sendirian. saking stressnya susah tidur. awal tahun kemarin tggl 5, aku ke psikolog sendiri. ngerasa ada yang aneh(mood suka naik turun secara drastis). disitu aku cuma dikasih semacem lembar teraphy dan baru maret kemarin aku tau ternyata itu terapi buat gejala bipolar. aku sadar sih banyak yang mempengaruhi aku kena gejala bipolar. salah satunya bully, papa yang gaperduli, dan fyi aja, waktu kejadian bully aku juga baru sadar aku punya nenek(keluarga alm.mama) disitu aku nanya” dan mulai beraniin ketemu. jauh” aku dateng buat ketemu, baru mau salim aja udah di usir duluan. dan itu yang ngebuat aku down sampe sekarang. sering cerita ke guru agama di sekolah, dan sampe sekarang yang ngebuat aku kuat itu “aku masih punya tujuan yang harus aku selesein sebelum aku mati”. kalian yang ngerasain hal semacem aku, broken home/korban bully. trust me, kalian orang yang spesial. tuhan tau kalian punya kekuatan lebih daripada mereka yang cuma bisa judge 🙂

    1. Tetep strong, ya. Percaya suatu saat bakal ada kebahagiaan. Cerita kamu bikin aku juga harus jadi lebih kuat karena yang aku alami tak seberapa dibandingkan kamu. Tetep kuat, ya.

  27. persis seperti yang aku rasakan..aku akan menyakiti diri sendiri bila sudah tak ada lagi yang mau mengerti..terkadang memecah kaca dengan tangan mempunyai arti puas tersendiri..aku hanya dijadikaN senjata oleh orang tuaku untuk memnangkan pertikaian mereka tanpa memikirkan perasaanku…bahkan aku akan dihajar untuk kesalahan yg tidak aku lakukan..aku ingin pergi tapi aku masih punya kakak yg harus kujaga dia sudah lebih hancur dari pada aku..sekarang aku bertahan hanya untuk kakaku jangan sampai dia menangis jika harus itu hanya aku..akan Aku lakukan apapun untuk kebahagiaan kakaku walau kakaku membenciku walau dia menyalahkan semuanya karna kelahiranku… 🙂

  28. Gua sebagai korban selalu memikirkan tiap hati kenapa gua terlahir di dunia dengan penderitaan dan gua suka depresi dan gua juga kesal sama teman gua yang suka ngomong ortu sama gua ya jadi gua gak pernah ngerasa dimasakin ibu makan malam lah tiba2 ada ayah datang abis kerja but dirumah gua cuma ada nenek gua

Leave a Reply